Jogja Pun Hujan Abu

Abu yang menumpuk di atap rumah saya seperti salju


Kemarin, tanggal 30 Oktober 2010 jam 5 pagi, ibu saya tiba-tiba membangunkan saya yang susah dibangunkan ini.

“Hujan abu nya sampai rumah!”

tumpukan abu di depan rumah

suram

Kata-kata itulah yang membuat saya ngebela-belain membuka mata dan langsung sadar 100%. Saya langsung ke dapur dan melihat ke arah jemuran. Di lantai jemuran, abu sudah setebal sekitar 0,5 cm. Dan begitu saya keluar, semuanya tampak suram. Dan di twitter dan facebook pun semua orang langsung heboh tentang hujan abu di seluruh jogja. Ya, se-lu-ruh Jogja.

Jalan di depan rumah saya. Harusnya sih aspal berwarna hitam

Ternyata, dini harinya, sekitar pukul 1 pagi terjadi letusan merapi yang cukup besar. Di beritakan juga para pengungsi dan penduduk di sekitar Jalan Kaliurang panik dan mulai berpindah ke arah selatan. Bahkan di Jalan Kaliurang atas juga terjadi hujan pasir. Semua orang panik ingin ke arah kota, ke arah selatan menjauhi gunung Merapi.

Siangnya, orang-orang berbondong-bondong ke apotek untuk membeli masker. Bahkan kabarnya stok masker di apotek-apotek di jogja hampir habis. Kenapa harus memakai masker? Abu yang terbentuk selama letusan gunung berapi ini terdiri dari fragmen batuan halus, mineral, dan kaca dengan karakter keras, kasar, korosif dan tidak larut dalam air. Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer. Partikel mikroskopis abu vulkanik bisa dengan mudah terhirup ke dalam paru-paru dan menimbulkan masalah pernapasan. Itulah mengapa penting mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat berada di lokasi hujan abu vulkanik.

Selain itu, abu vulkanik juga membuat jarak pandang di jalan sangat dekat hingga mencapai 3-5 meter. Pengendara motor wajib menyalakan lampu dan harus sangat berhati-hati saat menyebrang jalan.

jarak pandang sangat dekat

 

Di beberapa tempat di Jogja sudah mulai hujan deras dan menyiram abu, tapi di daerah tempat saya tidak juga kunjung hujan hingga keesokan harinya. Berhubung rumah saya sangat dekat dengan jalan raya Ring Road Utara yang abunya lebih tebal lagi, jadilah rumah saya menampung sumbangan abu dari jalan itu. Semakin siang abunya pun makin tebal hingga ke dalam rumah.

Ini adalah kondisi rumah saya yang jaraknya puluhan kilo dari gunung Merapi. Beruntung saya tidak perlu mengungsi. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi daerah yang sangat dekat dengan merapi, bagaimana keadaan orang-orang yang harus mengungsi.

Banyaknya bencana yang terjadi di negeri ini membuat banyak orang di seluruh dunia bersimpati. Mereka mengucapkan rasa bela sungkawa mereka melalui twitter dengan hashtag #prayforindonesia dan sempat menjadi trending topic no.1 di seluruh dunia selama beberapa jam.

Mari kita berdoa untuk negeri ini, supaya tidak ada lagi bencana di negeri ini. Dan juga Act for Indonesia! Lakukan apapun yang kamu bisa untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana ūüôā Info donasi bisa melalui¬†Palang Merah Indonesia,¬†Indonesian Youth, atau¬†Jalin Merapi. Bantuan bisa berupa Uang, logistik, atau tenaga ūüôā

Cheers!

(Post ini didedikasikan untuk para korban bencana di seluruh Indonesia. Semoga mereka diberi ketabahan yang lebih dan kekuatan untuk menjalani semua)

PS: saat tulisan ini ditulis, Merapi meletus lagi, dan Solo kini terkena hujan abu.

 

Trick or Treat

Jack-o-Lantern

Tanggal 31 Oktober dikenal sebagai hari Halloween. Di Indonesia, perayaan ini mungkin tidak begitu populer, dan bahkan ada orang yang tidak tahu tanggal berapa halloween itu. Jadi, apa sih Halloween itu?

Sejarah

Halloween adalah tradisi perayaan malam yang dirayakan setiap tanggal 31 Oktober. Tradisi ini berasal dari Irlandia, yang dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween berasal dari festival Samhain yang dirayakan orang Kelt zaman kuno.¬†Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim panen¬†dalam kebudayaan orang Gael, dan kadang-kadang disebut “Tahun Baru Kelt”.¬†Orang Kelt yang menganut paganisme¬†secara turun temurun menggunakan kesempatan festival untuk menyembelih hewan ternak¬†dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin. Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng¬†untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.

Asal-usul Kata Halloween

Halloween merupakan kependekan dari¬†All Hallows’ Even (eve dan¬†even sama-sama berarti¬†petang/malam) yang berarti malam sebelum hari raya¬†All Hallow yang sekarang disebut Hari Raya Semua Orang Kudus¬†(All Saints Holy Day).¬†Pada zaman dulu, tanggal 1 November dipakai sebagai hari festival keagaamaan di berbagai tradisi paganisme Eropa¬†hingga Paus Gregorius III dan Paus Gregorius IV¬†memindahkan perayaan All Saints’ Day dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November.

Jack-o’-Lantern

Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah labu¬†yang diukir membentuk wajah “menyeramkan” yang disebut Jack-o’-Lantern. Di dalam Jack-o’-lantern biasanya diletakkan lilin menyala atau lampu agar terlihat lebih seram di tempat gelap.

Di Amerika Serikat, lentera Jack-o’-lantern sering diletakkan di depan pintu masuk rumah sesudah hari mulai gelap. Tradisi mengukir Jack-o’-lantern berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar.

Simbol-simbol perayaan Halloween menggambarkan keadaan alam di musim gugur, termasuk labu hasil panen dan orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen. Selain itu, simbol-simbol Halloween juga dekat dengan kematian, keajaiban, monster, dan karakter menyeramkan hasil rekaan pembuat film Amerika. Hitam dan oranye dianggap sebagai warna tradisional Halloween, walaupun sekarang banyak juga barang-barang Halloween berwarna ungu, hijau, dan merah.

Di belahan bumi beriklim sejuk, perayaan Halloween berlangsung di musim apel. Salah satu makanan Halloween adalah apel karamel (apel yang dicelup ke dalam cairan gula). Hidangan lain yang lekat dengan tradisi Halloween adalah pai labu, sari buah apel (minuman cider), candy corn, bonfire toffee, candy apple, dan permen yang dibungkus dengan warna-warni Halloween (oranye, coklat, atau hitam).

Trick or Treat

Bagi anak-anak di Amerika, Halloween berarti kesempatan memakai kostum Halloween dan mendapatkan permen, sedangkan bagi orang dewasa adalah kesempatan berpesta kostum. Bagi pedagang eceran di Amerika, Halloween berada di urutan kedua di bawah hari Natal sebagai perayaan yang paling yang menguntungkan.

Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat¬†sambil berkata “Trick or treat!” Ucapan tersebut adalah semacam “ancaman” yang berarti “Beri kami (permen) atau kami jahili.” Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela¬†dengan sabun.

Di tahun 2005, asosiasi produsen permen Amerika melaporkan 80% orang dewasa berencana membagi-bagikan permen kepada anak-anak yang datang, sedangkan 93% anak-anak ingin berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga di malam Halloween.

Kota Anoka¬†di negara bagian Minnesota¬†mengklaim diri sebagai “ibu kota Halloween” dan merayakannya dengan pawai besar-besaran. Kota Salem di Massachusetts¬†yang terkenal dengan legenda tukang sihir dari Salem biasanya didatangi lebih banyak wisatawan menjelang perayaan Halloween.

Kota New York mengadakan pawai perayaan Halloween terbesar di Amerika Serikat yang disebut The Village Halloween Parade. Pawai yang dirintis pembuat topeng di Greenwich Village New York sekarang menarik perhatian 50 ribu peserta berkostum dan ditonton oleh 4 juta pemirsa televisi.

(Source: wikipedia)

Inilah sedikit info tentang Halloween. Halloween sangat populer di beberapa negara terutama negara dengan empat musim. Seorang teman saya dari Inggris pernah menunjukkan fotonya saat ia memakai kostum Halloween (saya lupa karakternya apa) di suatu pesta. Di Indonesia Halloween di populerkan oleh media televisi dan film. Walaupun tidak populer di Indonesia, tapi mungkin sekarang beberapa mall, restoran, atau kafe menggunakan event ini untuk menarik pengunjung. Beberapa stasiun televisi nasional pun ikut menyiarkan beberapa film horor dalam rangka Halloween.

Trick or Treat?? ūüôā

Cheers!

Selamat Ulang Tahun Kota Jogja

Hari ulang tahun Kota Yogyakarta diperingati setiap tanggal 7 Oktober. Tahun ini, Kota Yogyakarta berulangtahun yang ke-254. Setiap tahunnya, selama 3 tahun terakhir ini, Pemerintah kota Yogyakarta mengadakan Jogja Java Carnival sebagai puncak acara peringatan Ulang Tahun Kota Yogya.

Di tahun-tahun sebelumnya, saya tidak pernah mengikuti/menonton carnaval ini karena saya terlalu malas untuk berdesak-desakan di sepanjang jalan Malioboro ^^” Tapi tahun ini terasa lain untuk saya, karena tahun ini saya berpartisipasi menjadi Panitia Jogja Java Carnival 2010.

Jogja Java Carnival (JJC) tahun ini mengusung tema “Harmonight”,¬†¬†yang kurang lebih membawakan pesan ‚ÄúKebersamaan/ Keselarasan di Malam Hari‚ÄĚ. JJC¬†merupakan satu-satu nya night carnival di seluruh Indonesia. Tuntutan penghadiran teknologi, komposisi bentuk, ragam warna dan siraman cahaya menjadi hal utama dalam mewujudkan kemeriahan dan keceriaan malam.

JJC tahun ini berlangsung selama 2 hari, tanggal 16 dan 17 Oktober 2010. Kenapa 2 hari? Karena keamanan JJC tahun ini dibuat seketat mungkin. Penonton dilarang melewati batas yang ditentukan, atau bahkan dilarang untuk berfoto bersama partisipan karnaval karena akan mengganggu jalannya karnaval ini. Jadi, panitia membuat tanggal 16 malam sebagai karnaval dan tanggal 17 nya semua kendaraan karnaval dan kostum-kostum peserta di pamerkan di pagelaran Keraton Yogyakarta. Nah, pada tanggal 17 itulah semua warga Jogja dapat berfoto dengan kendaraan dan kostum Karnaval sampai puas ūüėÄ

Karnaval di mulai pada jam 19.00. tapi warga Jogja sudah mulai memadati sepanjang Jalan Malioboro sejak jam 17.00. Jam 18.00 jalan Malioboro ditutup total. Acara ini disiarkan langsung oleh TVRI dan kabarnya juga TV asing. Yang spesial lagi dari JJC tahun ini adalah adanya Musik Pengiring yang dibuat bekerja sama dengan para musisi. Jadi, seluruh peserta Karnaval akan bergerak sesuai koreagrafi masing-masing dengan musik yang sama. Musik itu terbagi menjadi 3 bagian sehingga tercapai proses penampilan keseluruhan yang klimaks. Bagian pertama adalah kelompok partisipan dengan ritmis bedhayan, bagian kedua adalah kelompok dengan ritmis magis repetisi [semacam bebunyian jathilan], dan bagian ketiga adalah kelompok dengan ritmis yang lebih rancak serta mempunyai beat yang lebih rapat. Musik dapat di download di sini.

Malam itu, dari Abu Bakar Ali hingga Alun-alun Utara dipadati kira-kira 3o ribuan pengunjung. Untuk conditioning, atraksi yang disajikan dari komunitas sepatu roda, sepeda, Sampak Buto, dan komunitas alun-alun kidul yang berkostum pewayangan cukup membantu untuk clearing area. Selain itu, dibagikan juga sekitar 1000an kitiran yang merupakan official merchandise JJC tahun ini.

Ada tujuh kendaraan hias, yaitu vehicle gunungan melibatkan 70 penari, vehicle golong gilig melibatkan 65 penari, vehicle naga Jawa melibatkan 50 penari, vehicle putri bulan melibatkan 85 orang, vehicle global warming melibatkan 90 penari, vehicle pohon (tumbuh) melibatkan 75 penari, vehicle dewi air melibatkan 75 orang. Total penari intinya lebih dari 1.000 dengan penari undangan.

Meskipun awalnya agak chaos karena vehicle tak mampu menembus kerumunan penonton di titik sekitar Pasar Beringharjo РKM nol, tapi akhirnya semua penari dan vehicle mampu mencapai titik finish di Alun-alun Utara di mana Para Undangan dan Tamu-tamu VVIP menunggu. Dan akhirnya Jogja Java Carnival 2010 diakhiri dengan Fireworks Party yang sangat mengagumkan.

Fireworks Party

penonton berbondong-bondong ke alun2 utara

 Oya, apa tugas saya sebagai panitia JJC? Pada saat persiapan, saya dan beberapa teman dibawah koordinasi dari Hambar mendapat tugas untuk membuat official merchandise berupa Kitiran yang dibuat di Desa Pandes, Kasihan, Bantul.

Kenapa kitiran? Awalnya, pihak penyelenggara menginginkan penonton tidak hanya pasif menonton saja, maka dipikirkan untuk membuat merchandise yang berupa mainan tradisional yang ada bunyinya. Dipilih mainan tradisional karena mainan itu hampir punah, jadi sekalian melestarikannya. Lalu saya, Hambar, dan Vando survey ke desa Pandes dan kami pun membawa beberapa sampel berupa kitiran dan mainan Otok-otok. Namun akhirnya dipilihlah kitiran dengan pertimbangan Otok-otok terlalu berisik. Bayangkan jika 1000 orang memainkannya di saat bersamaan!

Lalu kami pun membuat ide untuk menghias kitiran itu secara sederhana, sehingga terlihat khas JJC 2010. Maka dibuatlah seperti ini:

dan pegangan kitiran itu dilapisi bambu, selain untuk alasan kenyamanan tapi juga keamanan karena ujung pegangan itu runcing. Dan ada juga kertas berisi keterangan mengenai Dolanan itu.

Kami, tim kitiran yang berjumlah kurang lebih 15 orang, membuat total 1500 kitiran yang 200 diantaranya dilapisi batik untuk tamu VVIP. Kami membagi tugas: mengambil kitiran dari desa Pandes, menempel keterangan, menempel logo JJC 2010,¬†dan memotong bambu-bambu.¬†Menurut saya tugas yang paling berat adalah mengambil kitiran dari desa Pandes dan dibawa menuju Mergangsan Kidul. Bayangkan, sekali ambil 200-300 kitiran yang ditancapkan¬†di 2-3¬†pelepah pisang. Kami membawa dengan motor. Jadi tiap motor membawa kira-kira 100 kitiran. Kecepatan motor tidak boleh terlalu tinggi, karena angin akan membuat kitiran-kitiran itu berhamburan di jalan. Kami juga jadi pusat perhatian orang-orang di jalan. DAN membawa kitiran itu beraaaat ūüė•

Yang paling memorable adalah ketika kami mengelem kertas. Kami menggunakan lem kayu, dan ketika lem itu mengering di jari tangan kami saya pun dengan riang gembira mengelupas lapisan lem di jari-jari tangan XDD *jadi kangen…

Di hari H, saya ditempatkan di Tim Traffic dibawah Koordinasi Mbak Iit. Tugas dari Tim Traffic antara lain membagikan merchandise, pusat informasi, dan mempunyai hak untuk melarang penonton melewati batas. Berhubung ternyata eksekusinya cukup berbeda dari rencana, maka saya yang bertugas bersama Mbak Hera di Trikora pun beralih menjadi keamanan, pagar betis.

Whoaaa,,, saya yakin seyakin-yakinnya kalau hari itu saya menjadi orang yang sangat menyebalkan-galak-dan sok2an dimata penonton ūüė• ya gimana dong, nanti kalau acaranya kacau kan yang disalahin kita-kita, Mbak dan Mas ūüôā dimaafkan ya ^^

Oya, sebelum acara di mulai, kami diharapkan stand by dari jam 11 siang di Dinas Pariwisata. Di sana kami membantu mengangkut kostum dan menghitung kitiran. Karena Dinas Pariwisata merupakan Basis untuk Persiapan Acara, kami pun bisa melihat persiapan para artis, sekalian foto2 ^^. Itu lah salah satu keuntungan panitia. Keuntungan lainnya? Bisa nonton Karnaval di barisan paling depan, tanpa halangan, dan tanpa dimarah2in ūüėÄ Tapi kami ga sempat foto-foto selama acafa lho /sigh jiwa narsis saya memberontak haha ūüėÄ

bule-bula ga mau kalah pake baju jawa

briefing petugas keamanan

 

Well, inilah pengalaman saya menjadi Panitia Jogja Java Carnival 2010. Kedengerannya keren yah? Tapi beban dan tugas panitia sangat berat. Walaupun begitu saya sangat senang, menambah teman dan pengalaman juga link. Terima kasih ya, sudah memberi saya kesempatan untuk menjadi bagian dari acara ini.

SELAMAT ULANG TAHUN KOTA YOGYA, semoga tetap sederhana ^^

Cheers!

PS: sewaktu evaluasi, kami diberitahu bahwa pemerintah kota puas dengan penyelenggaraan tahun ini. Bisa dibilang acara tahun ini sukses. Yang lebih membuat bangga lagi, ada cerita dari kursi VVIP mengenai kitiran. Jadi ada tamu asing yang sampai tidak memainkan kitiran itu, karena sayang untuk dimainkan, takut rusak, karena mereka ingin memperlihatkannya pada orang-orang di negara asalnya. YAY!

PSS: Entah gimana, kami tau2 nongkrong di pagelaran keraton, padahal harusnya nggak.. hihi, lumayan, foto2 after party sama performers nya ūüėÄ

Coba tebak yang mana si Hambar?bersama performers dari Thailand

Mas-mas dari Thailand

Performers dari Thailand

RandomnessAttack: Another Quiz

I got this from tumblr. It’s pretty interesting ^^ Just try it!

Question 1:

If you knew a woman who was pregnant, who had 8 kids already, three who were deaf, two who were blind, one mentally retarded, and she had syphillis, would you recommend that she have an abortion?

Question 2:

It is time to elect a new world leader, and only your vote counts.

Here are the facts about three candidates.

Candidate A

 

Associates with crooked politician, and consults with astrologists. He’s had two mistresses. He also chain smokes and drinks 8 to 10 martinis a day.

Candidate B

 

He was kicked out of office twice, sleeps until noon, used opium in college, and drinks a quart of whiskey every evening.

Candidate C

 

He is a decorated war hero. He’s a vegetarian, doesn’t smoke, drinks an occasional beer and never commited adultery.

Which of these candidates would be your choice?

Decide first….. No peeking, and then scroll down for the respons.

Candidate A is Franklin D Roosevelt

Candidate B is Winston Churchill

Candidate C is Adolph Hitler

And, by the way, on your answer on abortion question:

If you said YES, you just killed Beethoven.

Pretty interesting isn’t it?

Makes a person thing before you judge someone. 

Cheers! ūüėČ

Layang-Layang Melayang

Sebulan yang lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 18September 2010, saya datang berkunjung ke pantai Parangkusumo bersama Lia, Laras, Yaya, dan ibunya Laras. Berawal dari link yang di share oleh Lia, kami pun menuju ke sana. Agak ga biasa memang, karena setahu saya sih, Parangkusumo tidak begitu menjadi favorit untuk wisata pantai. Mungkin pantai Parangtritis dan Depok lebih populer. Sewaktu saya update status facebook dan twitter, teman-teman saya malah banyak yang bertanya, “Ngapain ke sana? Cari wangsit ya?” Bzzzzz -___-

Festival Layang-layang Nasional ini diselenggarakan atas kerja sama antara Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Peserta lomba Layang-Layang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dan cukup banyak juga partisipan yang ikut dalam festival ini, sekitar 30-40 klub. Layang-layang yang ditampilkan pun bermacam-macam dan terdiri dari beberapa kategori seperti 2 Dimensi, 3 Dimensi, tradisional, dll. Penilaian untuk lomba berdasarkan pada kreativitas/bentuk layangan, dan ketinggian saat terbang.

Karena hari itu panas buanget, kami ga terlalu lama di sana. Jam 2 siang kami pulang. Berhubung pas jam makan siang, kami pun mampir untuk makan siang di Taman Siswa. Eh ga disangka-sangka si Tante, mamanya Laras, nraktir kita makan! Hore! Sering-sering ya Tante ūüėČ

Terima kasih yaa, temen2 ūüôā Maaf udah maksa kalian nemenin saya nonton festival Layang-layang ini ^^ Jangan kapok! ūüėÄ

Cheers!

Fiksi: Mimpi

Kamu bertemu sekumpulan orang yang tidak pernah kamu kenal sebelumnya. Mungkin Kamu kenal beberapa teman Mereka, tapi Kamu tidak pernah benar-benar mengenal Mereka.

Tapi Kamu dan Mereka mempunyai satu kesamaan. Kamu dan Mereka harus meninggalkan rutinitas Kalian, demi suatu tujuan.

Awalnya aneh, canggung, basa-basi. Tapi tanpa sadar akhirnya Mereka jadi bagian keseharian mu. Setiap hari, pagi siang sore malam, Kamu dan Mereka selalu bersama. Tanpa sadar, Kamu jadi terbiasa melihat Mereka di sekitarmu.

Tanpa Kamu sadar, Kamu dan Mereka membuat suatu lingkaran yang kuat, yang mungkin terasa sulit untuk orang lain masuk ke dalamnya.

Cerita-cerita kecil diantara Mereka dan Kamu menjadi sebuah komedi yang bisa Kamu tertawakan bersama Mereka. Tapi hanya Kamu dan Mereka yang mengerti artinya.

Ketika akhirnya tujuanmu dan Mereka tercapai, Kamu dan Mereka begitu bahagia. Tapi hanya Kamu dan Mereka yang tahu betapa berartinya pencapaian itu bagi Kamu dan Mereka.

1 minggu

2 minggu

5 minggu

10 minggu

Ya, 10 minggu kemudian, kebersamaan itu secara resmi berakhir. Kamu mulai berpikir bahwa hal ini menyebalkan. Ya, me-nye-bal-kan! Betapa awalnya Kamu dipaksa untuk bertemu Mereka namun 10 minggu kemudian Kamu dan Mereka dipaksa untuk berpisah.

Saat perpisahan itu, Kamu menangis bersama Mereka. Orang bilang, kalian masih berada di tempat yang berdekatan, dan masih akan bertemu kembali setelahnya. Tapi kenyataan itu bernama rutinitas. Ya, Kamu dan Mereka harus bangun dari mimpi. Ketika Kamu dan Mereka bangun, Kamu dan Mereka harus menghadapi rutinitas yang Kamu dan Mereka tinggalkan dulu. Lalu Kamu dan Mereka mulai tenggelam dalam rutinitas masing-masing.

Kamu dan mereka masih sering berkomunikasi, tetapi sangat sulit untuk berkumpul bersama seperti dulu lagi.

Kamu mulai merasa kehilangan sesuatu. Mereka. Kamu mulai berpikir, “Saya kangen Mereka”.

Bagaimana dengan Mereka?

 

 

 

Writer’s note: Hmeh, postingan galau saya.. Hahahhaa ūüėÄ GX, saya kangen kalian. Yuk kumpul lagi kalo kalian ada waktu luang ūüėÄ