Book A Week: Kocchimuite, Miiko!

Dulu, saya sering baca komik. Bahkan saya sempat punya ‘obsesi’ untuk melengkapi koleksi komik saya macam Detektif Conan, Doraemon, Throbbing Tonight, Born to Cook, Kungfu Boy, dll. Sekarang saya sudah sangat jarang membaca komik, disamping karena malas mengikuti cerita-cerita ruwet yang ngga ada habis-habisnya, juga karena harga komik makin mahal. Bayangin, sekarang harganya mencapai Rp 17,500 !! buat 1 komik tipis aja.. Untuk komik tebel macem Popcorn bisa 35,000 an tuh TT^TT akhirnya saya nyerah beli komik.. Tapi, ada satu komik yang saya bela-belain buat beli nih, judulnya Kocchimuite, Miiko! atau versi Indonesianya: Hai, Miiko!

miiko

Continue reading

“Literacy is not a luxury, it is a right and a responsibility”

Tidak banyak yang tau kalau tanggal 8 September dicanangkan sebagai Hari Melek Huruf Internasional(International Literacy Day) oleh UNESCO sejak tahun 1965.

Literacy is a human right. UNESCO meyakini bahwa setiap anak berhak memiliki pijakan yang kuat dalam membangun potensi dirinya lewat pendidikan, yaitu kemampuan membaca.

Dalam pidatonya pada perayaan International Literacy Day tanggal 8 September 1994, Presiden Clinton pun mengungkapkan bahwa “Literacy is not a luxury, it is a right and a responsibility.”

Faktanya, di ujung tenggara Indonesia, literacy is still a luxury. Ironis memang, ketika kemewahan bagi sekolah di Jakarta diasosiasikan dengan SPP mahal, tenaga pengajar asing, pun kelas internasional dengan fasilitas super lengkap. Sementara di pelosok negeri, sekian ribu kilometer dari Jakarta, jangankan bisa membaca, bisa duduk di bangku sekolah saja bisa jadi merupakan suatu kemewahan. Kemampuan baca tulis justru menjadi barang langka di sekolah.

Merujuk pada pidato Clinton, mari menggarisbawahi kata responsibility. Buta aksara atau illiteracy jelas menjadi isu penting di dunia pendidikan. Pemerintah mewajibkan setiap anak untuk menempuh pendidikan dasar selama 9 tahun, sehingga wajar saja jika sekolah –terutama Sekolah Dasar– menjadi tumpuan utama sekaligus dipandang sebagai lembaga yang paling bertanggung jawab atas terbebasnya anak dari buta aksara. Tentu, beban terberat ada di pundak guru, yang merupakan ujung tombak sekolah.

Tapi apa iya masalah ini hanya menjadi tanggung jawab guru?

Continue reading

BookAWeek: Life of Pi

Kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan

Judul Buku: Life of Pi (Kisah Pi)

Pengarang: Yann Martel

Penerbit: Gramedia

Sewaktu di Luton, saat itu saya, Denty, dan Mazia mampir ke HMV, sebuah toko kaset, CD,DVD, dan buku. Saat melihat-lihat di area buku, Denty menemukan sebuah buku dengan cover depan yang unik. Ternyata buku itu berjudul “Life of Pi”. Denty dan Mazia sudah membaca buku itu, dan menurut mereka buku ini worth to read. Dan saya pun langsung kepingin baca buku itu.

Begitu sampai di Jogja, saya pun langsung mencari buku ini dan membacanya…

Life of Pi menceritakan kisah kehidupan seorang anak laki-laki India yang berasal dari Pondicherry bernama Pi yang bertahan selama 227 hari terapung di atas sekoci di Samudra Pasifik setelah karamnya kapal yang Ia tumpangi. Kisah diawali dengan cerita Pi dewasa yang mengingat kembali kisah masa kecilnya di India.

Nama asli Pi adalah Piscine Molitor Patel yang diambil dari nama sebuah kolam renang. Namun saat memasuki remaja, Ia pun mengganti nama panggilannya dengan Pi karena Ia muak dipanggil teman-temannya dengan sebutan “Pissing Patel” . Ia tinggal dengan keluarganya, Ayah, Ibu, dan kakak laki-lakinya yang bernama Ravi; dan keluarga itu memiliki kebun binatang.

Pi lahir di keluarga yang memeluk agama Hindu. Sejak kecil ia sudah dibawa ke kuil dan ia merasa damai berada di dalam kuil. Ia juga bersekolah di sekolah Katolik. Suatu hari, Ia dan keluarganya sedang berlibur ke suatu tempat. Di tempat itu terdapat sebuah gereja, ketika Ia masuk ke gereja itu Ia bertemu seorang pastur dan berbincang dengannya. Selama liburan di kota itu Pi sering mengunjungi gereja itu dan berdiskusi tentang kekristenan dengan sang Pastur. Pi juga sering mengikuti misa. Hari terakhir liburan keluarga, Ia berlari ke gereja itu dan berkata “Pastur, aku ingin menjadi Kristen”.

Suatu hari Pi jalan-jalan keliling kampung dan menemukan pemukiman Muslim. Ia melihat beberapa masjid. Hingga sampailah Ia di warung seseorang. Pemilik warung itu sedang melaksanakan ibadah sholat, dan Pi terpesona olehnya. Hingga ia juga memeluk agama Islam.

Pi, dalam usia belasan tahun, mencoba untuk memahami Tuhan dengan cara mendalami agama-agama itu, dan akhirnya menyadari kebaikan tiap-tiap agama. Ia sembahyang di kuil, misa di gereja, dan melakukan sholat Jumat di Masjid.

Lalu karena keadaan politik yang tak menentu di India, keluarganya memutuskan untuk pindah ke Canada dengan naik kapal, dan menjual kebun binatang itu. Beberapa binatang ikut dalam angkutan kapal itu juga. Namun, kapal itu tenggelam. Seluruh keluarganya juga mati, namun Pi selamat karena berhasil naik sekoci bersama harimau Bengal yang bernama Richard Parker, seekor zebra, seekor hyena, dan seekor orangutan betina yang bernama Orange Juice. Mereka bertahan hidup di atas sekoci itu. Namun kelamaan, hyena itu mulai kelaparan dan memangsa si Zebra, lalu si Orange Juice, walaupun normalnya Hyena bukan predator Orangutan karena mereka tidak pernah tinggal di habitat yang sama. Lalu akhirnya Hyena itu dimangsa oleh Richard Parker yang kelaparan.

Hal itu menyebabkan Pi menjadi satu-satunya yang tertinggal bersama Richard Parker. Di sekoci tersebut tersimpan bahan-bahan makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, dan barang-barang lain untuk bertahan hidup. Namun lama-kelamaan persediaannya mulai menipis. Pi mulai memancing ikan untuk ia makan dan juga untuk Richard Parker, yang ia beri makan agar harimau itu tak akan memangsanya hidup-hidup karena kelaparan. Selain itu, Pi ingin Richard Parker tetap hidup agar ia tidak sendirian di atas kapal itu.

Bayangan mengenai hidup sendiri di atas sekoci ini lebih buruk daripada terjebak di sini bersama seekor harimau dengan berat 225 kilogram

Mulai saat itu, Pi bertekad untuk menjinakkan Richard Parker. Ia memberinya makan dan minum dan melatihnya. Berbekal sebuah peluit, Pi menunjukkan bahwa Ia adalah majikan, dan Richard Parker harus menurutinya.

Pi sering mengalami halusinasi. Pakaian dan selimutnya habis dimakan waktu dan cuaca. Persediaan makanan, minum, dan obat-obatan juga habis. Ia lalu mulai memakan penyu, rokok, bahkan saking laparnya Ia pernah memakan kotoran Richard Parker. Banyak hal yang di alami Pi selama di atas sekoci: bertemu seorang survival lain, melihat kapal pengangkut minyak, dan menemukan pulau yang memangsa makhluk hidup. Dibalik segala kegilaan itu, Pi bertahan selama 227 hari dan berhasil mencapai daratan Mexico.

Di Meksico, Ia diinterogasi oleh Marinir Jepang tentang tenggelamnya kapal itu, dan apa penyebabnya. Jadi Pi pun menceritakan kisahnya bersama binatang-binatang itu, tetapi marinir itu tidak percaya akan kisahnya. Jadi Pi pun menceritakan kisah lain yang lebih masuk akal, bagi Marinir Jepang itu.

Pi bertanya, yang manakah yang lebih menarik, dan mereka mengatakan cerita yang ada binatangnya.

Saya terkesan sekali dengan buku ini, dengan imaji-imajinya, dengan simbol-simbolnya, dengan life lessonnya, dan juga dengan bagaimana buku ini membuat saya bingung: ini kisah nyata bukan sih? And it strucks me kalau saya seperti Marinir Jepang itu yang tak percaya kebenarannya namun sangat suka dengan cerita itu.

Well, tidak banyak yang bisa saya katakan mengenai buku ini selain: Anda wajib membacanya. Silakan membaca sendiri, dan temukan banyak hal menarik di dalamnya 🙂

Selamat membaca!

Cheers

BookAWeek: Secret Garden

Cover depan versi Gramedia

Title: Secret Garden (Taman Rahasia)

Author: Frances Hodgson Burnett

Publisher: Gramedia Pustaka Utama

Sewaktu saya SD, saya mempunyai sebuah buku komik berjudul ‘Secret Garden’ (Himitsu no Hanazono dalam bahasa Jepang) karangan Burnett, yang digambar oleh seorang Jepang. Saya begitu terpesona dengan gambar2 indahnya pada saat itu, dan juga kisahnya tetapi saat itu yang ada dalam pikiran saya adalah gambar yang indah dan pakaian yang bagus. Dan beberapa bulan yang lalu saya menemukan cerita ini versi buku/novel nya. Berikut sedikit ringkasan mengenai cerita ini.

Secret Garden bercerita mengenai seorang anak berumur 10 tahun bernama Mary Lennox yang manja, pemarah, dan berwajah masam. Mary terlahir sebagai anak satu-satunya keluarga British yang tinggal di India. Kedua orang tuanya sibuk dengan urusan mereka sendiri dan mereka meninggalkan Mary dengan Ayah-Ayah (pengasuh) nya, yang memanjakan Mary, karena tidak mau berurusan dengan Mary. Suatu hari, wabah kolera menyebar di India dan membunuh kedua orang tuanya dan semua Ayahnya. Ia lalu dikirim dari India ke Inggris, ke rumah pamannya, Archibald Craven, di Misselthwaite Manor.

Paman Craven masih diliputi duka setelah 10 tahun kematian istrinya, Lily Craven. Untuk mengalihkan kesedihannya, Ia sering kali pergi keliling dunia, sehingga Ia jarang di rumah. Oleh karena itu, Ia menyuruh Mrs. Medlock, kepala pelayan keluarga Craven, menjemput dan mengantarkan Mary ke rumah Paman Craven. Tetapi Mrs. Medlock tidak begitu menyukai kehadiran si anak yang berwajah paling tidak menyenangkan di dunia itu menyuruh pelayan Paman Craven yang lain, Martha Sowerby, untuk menemani dan melayani Mary sehari-hari. Martha lah yang memberitahu Mary tentang Taman Rahasia peninggalan Mrs. Craven, yang ditutup dan dikunci rapat oleh Paman Craven karena membuatnya teringat akan istrinya.

Di rumah Paman Craven yang luas itu, Mary menemukan banyak hal menarik: padang Moor; kisah Martha Sowerby dan saudara2nya yang berjumlah  dua belas orang; cerita mengenai Dickons, salah satu adik Martha, yang bisa berbicara dengan tumbuhan dan hewan; cerita tentang ruang-ruang kosong di rumah besar milik Paman Craven; mendengar jeritan-jeritan menyayat tiap malam, yang ternyata adalah milik Collin – anak Paman Craven, sepupu Mary – yang mengira dirinya akan segera mati karena punggungnya akan bengkok seperti ayahnya; Ben Weatherstaff si tukang kebun pemarah namun sebenarnya baik hati; dan si Burung Robin, yang memberitahunya kunci menuju suatu tempat bernama Taman Rahasia, yang kini menjadi rahasia Mary.

Dibantu oleh Dickon, Mary merawat Taman Rahasia yang terlantar itu. Mereka menanami Taman itu dengan bermacam-macam bibit bunga, menyiangi rumput-rumput yang mengganggu pertumbuhan tanaman, dan juga membantu menghidupkan lagi mawar-mawar yang memenuhi kebun itu. Mary yang merasa kasihan pada Collin pun membagi rahasia tamannya padanya, dan Collin menjadi sangat bersemangat. Mereka melakukan banyak kegiatan yang menyenangkan disana, dan hanya mereka bertiga yang tahu. Bahkan Colin menyiapkan kejutan istimewa untuk ayahnya di dalam kebun itu. Banyak orang terheran-heran terutama karena perubahan fisik dan perilaku dari Mary dan Colin, tetapi tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam taman.

Ben dan Mrs. Sowerby (Ibu Martha dan Dickon) pun turut membantu ketiga anak itu dalam menghidupkan kembali Taman Rahasia warisan Lily Craven itu. Mrs. Sowerby bahkan menulis surat kepada Paman Craven agar segera pulang ke rumah untuk melihat perkembangan Mary dan terutama putranya, Collin yang semakin hari semakin menunjukkan sisi positif itu. Ketika sampai di rumah, Paman Craven pun mendapatkan suatu kejutan yang tak terkira. Apakah itu?? Baca sendiri yaaa,,, no spoiler 😛

Cerita ini menurut saya sangat bagus. Banyak hal yang bisa kita petik dari cerita ini. Emm,, saya agak lupa kalimatnya. Intinya, begitu kita berpikir positif dan berkeinginan kuat maka bumi dan seisinya akan membantu kita mewujudkannya. Dan tentu saja, bekerja keras dan selalu berani memperjuangkan dan meyakini apa yang kita inginkan!

Anyway, inilah review pertama saya. Semoga ga aneh2 banget lahhh 😀

Selamat membaca ^^

CheERs!

PS: setelah membaca novelnya, banyak bagian cerita yang berbeda antara komik dan novelnya lho. Humm,, tapi sepertinya versi asli adalah yang dari novel. Dan cerita ini juga sudah diangkat menjadi sebuah film dengan judul yang sama.