Epson Color Imaging Contest 2010

This year, we would like to invite you to Celebrate the Colors of Life by participating in Epson Color Imaging Contest 2010 with theme “Celebration”. It will be a great honor to us having you again this year. For more details, please visit www.epson.co.id/CIC2010.

Advertisements

Jogja Pun Hujan Abu

Abu yang menumpuk di atap rumah saya seperti salju


Kemarin, tanggal 30 Oktober 2010 jam 5 pagi, ibu saya tiba-tiba membangunkan saya yang susah dibangunkan ini.

“Hujan abu nya sampai rumah!”

tumpukan abu di depan rumah

suram

Kata-kata itulah yang membuat saya ngebela-belain membuka mata dan langsung sadar 100%. Saya langsung ke dapur dan melihat ke arah jemuran. Di lantai jemuran, abu sudah setebal sekitar 0,5 cm. Dan begitu saya keluar, semuanya tampak suram. Dan di twitter dan facebook pun semua orang langsung heboh tentang hujan abu di seluruh jogja. Ya, se-lu-ruh Jogja.

Jalan di depan rumah saya. Harusnya sih aspal berwarna hitam

Ternyata, dini harinya, sekitar pukul 1 pagi terjadi letusan merapi yang cukup besar. Di beritakan juga para pengungsi dan penduduk di sekitar Jalan Kaliurang panik dan mulai berpindah ke arah selatan. Bahkan di Jalan Kaliurang atas juga terjadi hujan pasir. Semua orang panik ingin ke arah kota, ke arah selatan menjauhi gunung Merapi.

Siangnya, orang-orang berbondong-bondong ke apotek untuk membeli masker. Bahkan kabarnya stok masker di apotek-apotek di jogja hampir habis. Kenapa harus memakai masker? Abu yang terbentuk selama letusan gunung berapi ini terdiri dari fragmen batuan halus, mineral, dan kaca dengan karakter keras, kasar, korosif dan tidak larut dalam air. Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer. Partikel mikroskopis abu vulkanik bisa dengan mudah terhirup ke dalam paru-paru dan menimbulkan masalah pernapasan. Itulah mengapa penting mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat berada di lokasi hujan abu vulkanik.

Selain itu, abu vulkanik juga membuat jarak pandang di jalan sangat dekat hingga mencapai 3-5 meter. Pengendara motor wajib menyalakan lampu dan harus sangat berhati-hati saat menyebrang jalan.

jarak pandang sangat dekat

 

Di beberapa tempat di Jogja sudah mulai hujan deras dan menyiram abu, tapi di daerah tempat saya tidak juga kunjung hujan hingga keesokan harinya. Berhubung rumah saya sangat dekat dengan jalan raya Ring Road Utara yang abunya lebih tebal lagi, jadilah rumah saya menampung sumbangan abu dari jalan itu. Semakin siang abunya pun makin tebal hingga ke dalam rumah.

Ini adalah kondisi rumah saya yang jaraknya puluhan kilo dari gunung Merapi. Beruntung saya tidak perlu mengungsi. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi daerah yang sangat dekat dengan merapi, bagaimana keadaan orang-orang yang harus mengungsi.

Banyaknya bencana yang terjadi di negeri ini membuat banyak orang di seluruh dunia bersimpati. Mereka mengucapkan rasa bela sungkawa mereka melalui twitter dengan hashtag #prayforindonesia dan sempat menjadi trending topic no.1 di seluruh dunia selama beberapa jam.

Mari kita berdoa untuk negeri ini, supaya tidak ada lagi bencana di negeri ini. Dan juga Act for Indonesia! Lakukan apapun yang kamu bisa untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana 🙂 Info donasi bisa melalui Palang Merah IndonesiaIndonesian Youth, atau Jalin Merapi. Bantuan bisa berupa Uang, logistik, atau tenaga 🙂

Cheers!

(Post ini didedikasikan untuk para korban bencana di seluruh Indonesia. Semoga mereka diberi ketabahan yang lebih dan kekuatan untuk menjalani semua)

PS: saat tulisan ini ditulis, Merapi meletus lagi, dan Solo kini terkena hujan abu.

 

RandomnessAttack: 10 Things On 101010

Hari ini tanggal 10 Oktober 2010. Unik kan, kalo ditulis jadi 101010. Yuk, bikin 10 hal tentang kita di tanggal 101010 ini 😀

  1. Waktu masih jaman sekolah, saya seneng banget nulis tanggal yang punya angka kembar kaya 050505, 080808, dst di buku catetan atau kertas ulangan. Sebel kalo tanggal kembarnya jatuh di hari Minggu atau hari libur. Tangannya gatel gitu pengen nulisin tanggal. Gatau kenapa. Haha, weird, i know. Sekarang, secara saya udah ga ada buku catetan atau kertas ulangan, dan 101010 jatuh di hari minggu, jadilah saya nulis di blog ini. See how weird i am?
  2. 2010. Saya menginjak 20 tahun. Banyak yang ingin segera menjadi dewasa, karena waktu dewasa kita bebas melakukan banyak hal. Benarkah? Menurut saya kok, justru semakin dewasa kita justru makin ga bebas ngapa-ngapain ya? Bring me back my teen ages 😐
  3. 2010. Well, what can I say about this year? So many things happen in this year. Happiness, struggle, sadness, tears, conflicts, new things, get in to my life in a special way.
  4. October. Banyak kesempatan yang datang, dan banyak hal lain yang harus saya tinggalkan. Life is all about choosing and making decission, isn’t it?
  5. Ketika banyak hal baik terjadi dalam waktu yang singkat, apakah hal-hal buruk akan mengikuti setelahnya?
  6. Well, i don’t care anyway about that, just enjoy what i have, what i got, let God do the rest, and prepare for the worst and the best.
  7. Oke, kenapa sekarang malah kedengeran galau? hahaha..
  8. Oya, saya juga suka make a wish kalo liat jam yang angkanya sama. Hihihi, anak kecil banget ya? Whatever, it’s still a fun thing to do, anyway. Hayo, siapa yang sama kayak saya?
  9. Selain itu, saya juga suka banyak hal berbau make a wish. Tau kan, waktu jaman SD-SMP banyak tuhh. Entah ngomong kata yang sama barengan, atau apalah. Kalian juga?
  10. Dan waktu saya awal-awal nulis postingan ini. Saya ga nyangka lho beneran bisa sampe no.10.. hihihi, makanya sebagian isinya agak aneh dikit.. Well, dimaafin ya.. Namanya juga Randomness Attack 🙂

Happy Sunday all! Enjoy the rest of 101010 day 🙂

Cheers!

KOMPETISI ESAI MAHASISWA 2010 MENJADI INDONESIA

Indonesia membutuhkan kamu.

Indonesia membutuhkan anak muda, pemilik sah masa depan, untuk mewarnai dan merawat dengan semangat bhinneka. Sebab, nasionalisme hanyalah kata-kata kosong tak bermakna jika tanpa diikuti sikap kritis, gagasan, dan juga harapan akan masa depan.

Kompetisi Esai Mahasiswa 2010 adalah sebuah ikhtiar merawat negeri yang bhinneka; Tahun kedua dalam rangkaian kegiatan Kompetisi Esai Mahasiswa “MENJADI INDONESIA”.

Kegiatan ini adalah kerja sama TEMPO Institute, Sekretariat Dewan Ketahanan Nasional, Perhimpunan Indonesia Tionghoa, didukung oleh President University, Mien R. Uno Foundation dan PLN.

Kami menantang mahasiswa, selapis tipis populasi yang beruntung menikmati pendidikan tinggi, untuk bersama menghargai pencapaian dan sekaligus menggali inisiatif membenahi centang-perenang persoalan bangsa.

TEMA: Nasionalisme Ala Gue

Subtema:

1. Budaya

Budaya adalah keseluruhan sistem sosial masyarakat. Bagaimana membangun Indonesia yang punya kebanggaan, keteguhan, tidak minder, dan malu korupsi?

2. Ekonomi – Kewirausahaan

Kewirausahaan diyakini sebagai kunci kebangkitan Indonesia. Namun, ada berbagai prasyarat yang menuntut terwujudnya kewirausahaan. Kemandirian, kejujuran, ketangguhan, kreativitas, dan juga iklim yang kondusif. Bagaimana kita bisa membangun prasyarat ini, mulai dari tingkat lokal? Bagaimana model pendidikan yang tepat untuk menumbuhkan kewirausahaan?

3. Kepemimpinan

Nilai kepemimpinan, terutama semangat melayani masyarakat, semakin tergerus. Apa yang bisa dilakukan anak muda, yang nota bene adalah pemimpin dan pemilik masa depan Indonesia, untuk menumbuhkan kepemimpinan yang solid?

4. Sosial

Indonesia negeri yang bhinneka. Namun, belakangan ini kebanggaan pada keberagaman ini mulai terkikis. Beberapa kelompok memaksakan kebenaran versi mereka sendiri. Apa yang kamu bisa lakukan untuk memupuk kebanggaan dan penghormatan pada keberagaman ini?

Jadwal

* Tenggat Pengiriman Naskah: 20 September 2010, 24.00 WIB

* Pengumuman Pemenang: 9 Oktober 2010

* Workshop untuk 20 Finalis: 25–28 Oktober 2010

Hadiah

* Juara I: Laptop + Rp 6.000.000

* Juara II: Laptop + Rp 4.000.000

* Juara III: Laptop + Rp 2.000.000

Ketiga pemenang plus 17 pengirim esai terbaik akan mendapat kesempatan mengikuti workshop kepemimpinan dan teknik menulis di Universitas President, Jakarta, bersama para tokoh Indonesia.

info lebih lanjut: http://www.tempo-institute.org/index.php/program/kompetisi-esai-mahasiswa-2010/

caring is sharing 🙂