A Little Trip to The Cemetery

cemetery1
Sewaktu berada di The Mall untuk belanja persediaan cemilan dan lain-lain, saya dan Mbak Icha melongok keluar jendela mall dan melihat ada bangunan bergaya eropa di dekat mall. Langsung saja kami turun dan keluar dari mall menuju bangunan tersebut. Ternyata bangunan tersebut adalah Gereja St. Mary. Saya agak terkejut melihat bagian depan gereja tersebut terhampar beberapa makam bergaya eropa dan ternyata makam tersebut sudah berusia lebih dari seratus tahun!

Gereja St. Mary nampak sepi. Hanya beberapa pekerja yang masih mondar-mandir karena sepertinya sedang ada perbaikan gereja. Pegawai kantoran yang lewat nampaknya baru selesai kerja dan menatap kami dengan heran karena kami….berkeliaran ga jelas dan foto-foto di sekitar gereja ^^ Ada juga beberapa anak muda yang duduk-duduk di pinggir area makam sambil makan dan minum dan bercanda dengan teman-temannya. Suasananya tidak menunjukkan bahwa kita sedang di area makam kuno. Saya dan Mbak Icha pun malah foto-foto di area makam dan gereja🙂

cemetery5

St. Mary’s Church yang sedang direnovasi

cemetery3

Pelataran pemakaman

cemetery2Beberapa hari yang lalu, teman saya dari Filipina, Bam, datang liburan ke Jogja. Karena dia mau balik lagi ke Jakarta, saya dan Arief memutuskan untuk piknik. Kami pun bingung mau piknik di mana. Akhirnya kami memutuskan untuk piknik di rektorat UGM. Sebelum ke rektorat, kami mampir ke makam ibu dan kakak Arief di ringroad utara. Bam lalu bercerita bahwa ketika di Filipina dia sering ke makam setempat dan piknik di makam tersebut. Saya dan Arief serentak bilang ke Bam, “Kamu ga berencana piknik di makam kan sekarang? -.-” Bam pun bingung.

Di Indonesia, pemakaman cenderung berkonotasi mistis dan menyeramkan. Bahkan ada beberapa mitos yang saya dengar waktu kecil mengenai pemakaman, seperti jangan menunjuk makam, cuci tangan setelah dari makam, jangan menginjak atau melangkahi kijing/makam, dan masih banyak lagi. Sebenarnya tujuan dari mitos tersebut baik, yaitu agar kita menghormati makam sebagai tempat peristirahatan terakhir. Tapi waktu kecil tentu saya atau mungkin beberapa anak kecil lainnya langsung berasumsi yang tidak-tidak mendengar mitos-mitos tersebut. Mungkin yang menyebabkan pemakaman di Indonesia cenderung suram adalah karena letaknya jauh dari keramaian atau malah di pinggiran kota yang sepi. Bandingkan dengan pemakaman gereja St. Mary yang diseberangnya langsung mall dan stasiun bis. Selain itu kontur pemakaman di Indonesia yang rata-rata merupakan tanah tentu tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat piknik. Di Filipina, kata Bam, pemakaman bergaya eropa yang konturnya berupa rumput atau semen (kurang tau juga saya) sehingga dia dan teman-temannya sering nongkrong di pemakaman bahkan piknik di sana.

Di Jakarta ada kompleks pemakaman bergaya eropa yang bernama San Diego Hills yang sering menjadi setting tempat suatu acara metro tv atau bahkan jadi setting sinetron atau film. Di sekitar kompleks pemakaman tersebut bahkan ter dapat restoran, kolam renang, kapel, jogging track, dll. Pengelola bahkan menyewakan sepeda dan perahu dayung. Bahkan ada yang berencana menggelar pesta pernikahan di kapel San Diego Hill tersebut karena bagus untuk konsep pesta taman.

Saya, Bam dan Arief ngobrol lama dan bahkan ketawa-ketawa ngakak di kompleks pemakaman di daerah ringroad utara tersebut. Hal yang sangat jarang atau bahkan tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Berhubung cuaca semakin panas dan saya sudah lapar berat, kami pun meninggalkan pemakaman dan menuju ke rektorat ugm untuk piknik!

Jadi, pernahkah kamu piknik di pemakaman?

Cheers!

4 thoughts on “A Little Trip to The Cemetery

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s