That Embarrassing Moment(s)

Hai folks,

Saya baru saja selesai menunaikan ibadah KKN nih, salah satu fase yang harus ditempuh dalam perkuliahan. YAY!

Anyway, bukan saya kalau ga melakukan hal yang memalukan. Jadi begini ceritanya..

Saya KKN di Kembangan, Candibinangun, Pakem, Sleman. Yaa, sekitaran UII atau daerah Jakal Km 14.5 lahh. Salah satu programnya adalah pembinaan TPA. Nah disini nih masalah di mulai. Hari itu adalah waktunya pelajaran tambahan di TPA. Setelah mengajar, suasana mulai kurang kondusif terutama di meja saya. Jadilah saya dan salah satu pembina TPA mengajak anak-anak dalam kelompok ini main “domikado”. Rupanya ada satu anak kecil yang tampak kurang mengerti permainan ini. Anak-anak di meja saya pun bilang sama saya kalo anak ini ga ngerti bahasa Indonesia dan nyuruh saya ngomong pake bahasa Inggris ke dia dan jelasin tentang permainan ini.

Setelah bla bla bla cas cis cus in english sama ni anak, lanjutlah mainan kita. Menjelang waktu berbuka puasa, saya ajak ngobrol aja ni anak (masih) pake bahasa Inggris. Namanya Azeezah, kelas 2 SD. Ternyata dia dari Oman, di sini liburan doang dan tinggal sama sodaranya. Atau semacam itulah. Trus blablabla masih ngobrol panjang dan anak KKN lain ikut dengerin kita ngobrol dan agak heran kenapa pula pake bahasa Inggris. Setelah itu saya pindah meja dan ninggalin dia di mejanya Mbak Dini.

Lima menit kemudian, muncul fakta bahwa ni anak bisa bahasa Indonesia dengan baik dan benar dengan Ejaan yang Disempurnakan. Bahkan pas Mbak Dini nanya “Wis mangan durung? (udah makan belom?)” dia jawab “Uwis. (Udah)” KAMVRETTT!!! *Backsound petir menggelegar*

Jadiiiiiiii saya itu ngapain tadi iniiiii? Jadilah hari itu dan beberapa hari kedepannya saya abis diejekin temen-temen KKN! Sial.

Image

Flashback ke acara APPS tahun lalu. Waktu itu saya jadi GL (Group Leader), dan habis acara seminar ada booth foto dari Kencana dimana peserta yang notabene dari Asia Pasifik itu bisa foto-foto pake beskap atau kebaya. Waktu itu saya lihat sekelompok peserta dari Taiwan semacam mau nanya-nanya tentang harga sekali foto, jadi saya berinisiatif membantu. Saya tanya deh ke mas-mas nya Kencana “Mas sekali foto berapa ya?” Tapi kok mas nya diem aja ya? Saya nanya lagi ke masnya dan masnya malah bingung. Terus kok saya ngerasa agak aneh karena semua langsung diem, saya pun nanya sama mas-mas Kencana sebenarnya dan mas Kencana sebenarnya bilang “Mbak itu bukan dari Kencana” *Backsound biola memainkan lagu requiem* Duer! Jadi tadi itu siapaaa???

Dan kayaknya mas-mas gadungan dan teman-temannya dari Taiwan (Yep, si mas-mas gadungan itu orang Taiwan) itu sadar kalo saya ngira dia mas-mas Kencana. Tampang nya Henry (Yea, si mas-mas gadungan itu -yang mukanya emang indonesia banget- ternyata namanya Henry, dan dari Taiwan. Sekali lagi, dari TAIWAN!) langsung kaya mau nangis😄 saya pun kabur dari TKP diiringi tawa peserta-peserta dari Taiwan yang membahana ke seluruh ruangan. cih. sial. dobel sial.

Yah, begitulah pemirsah pengalaman memalukan dari saya. Sekian dan terima kasih.

Cheers!

7 thoughts on “That Embarrassing Moment(s)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s