“Literacy is not a luxury, it is a right and a responsibility”

Tidak banyak yang tau kalau tanggal 8 September dicanangkan sebagai Hari Melek Huruf Internasional(International Literacy Day) oleh UNESCO sejak tahun 1965.

Literacy is a human right. UNESCO meyakini bahwa setiap anak berhak memiliki pijakan yang kuat dalam membangun potensi dirinya lewat pendidikan, yaitu kemampuan membaca.

Dalam pidatonya pada perayaan International Literacy Day tanggal 8 September 1994, Presiden Clinton pun mengungkapkan bahwa “Literacy is not a luxury, it is a right and a responsibility.”

Faktanya, di ujung tenggara Indonesia, literacy is still a luxury. Ironis memang, ketika kemewahan bagi sekolah di Jakarta diasosiasikan dengan SPP mahal, tenaga pengajar asing, pun kelas internasional dengan fasilitas super lengkap. Sementara di pelosok negeri, sekian ribu kilometer dari Jakarta, jangankan bisa membaca, bisa duduk di bangku sekolah saja bisa jadi merupakan suatu kemewahan. Kemampuan baca tulis justru menjadi barang langka di sekolah.

Merujuk pada pidato Clinton, mari menggarisbawahi kata responsibility. Buta aksara atau illiteracy jelas menjadi isu penting di dunia pendidikan. Pemerintah mewajibkan setiap anak untuk menempuh pendidikan dasar selama 9 tahun, sehingga wajar saja jika sekolah –terutama Sekolah Dasar– menjadi tumpuan utama sekaligus dipandang sebagai lembaga yang paling bertanggung jawab atas terbebasnya anak dari buta aksara. Tentu, beban terberat ada di pundak guru, yang merupakan ujung tombak sekolah.

Tapi apa iya masalah ini hanya menjadi tanggung jawab guru?

Sebagai Pengajar Muda di pelosok desa di Maluku Tenggara Barat (MTB), dengan keterbatasan sarana prasana yang mendukung kegiatan belajar mengajar, tentunya sulit jika kami harus berjuang memberantas buta aksara sendirian. Kami percaya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di kelas. Pendidikan bukan sekedar mengejar angka melek huruf yang tinggi, tapi juga menjadi benih tumbuhnya minat baca dalam diri anak-anak.

It is not enough to simply teach children to read; we have to give them something that worth reading.

  • Katherine Patterson

Bayangkan kilatan antusiasme di mata anak-anak ketika membuka halaman demi halaman buku, meresapi cerita yang mengalun di tiap lembarnya, melebur dalam imajinasi yang membuncah, larut menikmati pengalaman baru dalam hidupnya : membaca buku.

Ya, membaca buku adalah pengalaman baru bagi anak-anak di pelosok MTB. Bukan karena rendahnya minat baca mereka, melainkan terbatasnya akses akan buku-buku berkualitas. Oleh karena itu, memperingatiInternational Literacy Day atau Hari Melek Huruf Internasional 2011, kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama terlibat dan berkontribusi dalam program #books4MTB, sebuah program pengadaan perpustakaan di SD tempat Pengajar Muda MTB ditugaskan.

Caranya :

Sumbangkan buku bacaan anak (bisa berupa buku cerita, majalah anak, komik, atau buku pelajaran) kedropping point :

Jogja :

Hubungi : @taofan

Jakarta :

CSM Cargo, (Pak Rahmad, 0218313132) Jl.Manggarai utara 6 no 9 Jakarta Timur

Semarang :

CSM Cargo Semarang, (Bu Nunik, 02470281160) Jl. Satria H 229 Semarang

Surabaya :

CSM Cargo Surabaya, (Pak Agung, 031 77336755) Jl. Johar II no 8 Surabaya

Atau donasikan dalam bentuk uang ke rekening :

BCA 1480476421 a/n Taofan Firmanto Wijaya

atau

Mandiri 1310009704463 a/n Taofan Firmanto Wijaya

Tambahkan Rp 1,- untuk setiap donasi yang ditransfer, misal : Rp 100.001,-

Silakan konfirmasi ke Taofan (0817227100) setelah transfer dengan format :

BUKU (spasi) jumlah donasi

Hasil donasi yang terkumpul akan kami belanjakan buku anak-anak.

Selain donasi buku lewat program #books4MTBkami juga mengajak anda –maupun anak-anak anda– untuk mengirim surat ke anak-anak di SD tempat Pengajar Muda ditugaskan melalui program #letters4MTB. Berceritalah tentang segala hal, bagikanlah semangat dan mimpi anda, agar anak-anak bisa melihat dunia lewat kisah yang tertuang dalam selembar kertas, dan mempunyai keberanian untuk bermimpi!

Selain dropping point di atas, buku atau surat bisa langsung dikirimkan ke :

Matilda Narulita (Indonesia Mengajar)

d.a. Marthen R. Bebena

Jl. Ir. Soekarno (samping Polres)

Saumlaki, Kab. Maluku Tenggara Barat

Provinsi Maluku

Cantumkan #books4MTB atau #letters4MTB di pojok kanan atas.

Pengumpulan buku tahap 1 berlangsung sampai tanggal 30 September 2011

Libraries are not made; they grow.

  • Augustine Birrell

Perpustakaan yang akan kita bangun bersama ini bukan sekedar rak-rak berisi tumpukan buku, melainkan tempat anak mengembangkan imajinasi, tempat anak menemukan inspirasi, dan tempat anak membangun mimpi.

Siapa tau, buku kita menjadi jalan bagi mereka meretas masa depan, mewujudkan cita-cita.

Today a reader, tomorrow a leader.

  • Margaret Fuller

Program #books4MTB dan #letters4MTB ini adalah kerjasama Pengajar Muda MTB – Komunitas Jendela CSM Cargo.

Follow twitter kami :

@chiilmill (Matilda – Pengajar Muda MTB)

@taofan (Komunitas Jendela)

@CSMCargo – @CSMSemarang – @CSMSurabaya

Facebook : Pengajar Muda Maluku Tenggara Barat

taken from: here

Please do share!😀

Thanks😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s