Global Xchange [2]: Semua Berawal Dari Sini

Global Xchange sudah berakhir kira-kira sebulan yang lalu. Dan sekarang, saya akan mulai pelan-pelan menuliskan catatan pribadi pengalaman saya selama program di blog ini. Cerita tentang Global Xchange di mulai dari cerita ini.

Semua berawal di awal tahun ini

Mimpi saya sedari dulu adalah pergi keluar negri. Lebih senang dan lebih bangga lagi kalau saya pergi keluar negri karena mengikuti Youth Camp, Lomba, Beasiswa, atau mengikuti Student Exchange. Impian saya itu semakin menjadi-jadi setelah saya mengikuti program ALCoB ke Korea Selatan pada pertengahan 2006. Apalagi setelah itu, teman-teman seperjalanan saya ke Gumi lalu banyak yang berkesempatan pergi ke luar negri lagi untuk pertukaran pelajar. Banyak sekali kesempatan yang ada di depan mata saya untuk pergi ke luar negri, namun sepertinya bukan jatah saya. AFS 2007, saya gagal masuk tahap ketiga. APEC Youth Camp 2008 di Peru, saya ternyata belum cukup umur untuk mengikutinya, dan kakak saya lah yang akhirnya berangkat. Saya bertekad untuk mengikuti program AYC tahun 2009 tapi ternyata sudah tidak ada lagi. IELSP 2009, saya belum cukup ‘tahun kuliah’ untuk mengikutinya. AMINEF Global Undergraduate 2010, saya mendapat surat yang memberitahu saya untuk mencobanya lagi tahun depan. Saat itu, saya ngga merasa sedih.

Saya merasa, mungkin bukan jatah saya untuk pergi keluar dengan gratis. Mungkin ini berarti saya harus menabung untuk mewujudkan mimpi. Sampai akhirnya saya menemukan blog ini: http://ibunegara.wordpress.com/2010/01/19/the-global-xchange-good-offers-for-jogjakartanese/

Saat itu semangat saya mengikuti ini tidak begitu besar. Saya tidak mau berharap banyak. Saya mengisi form dan mengirimkannya di saat-saat terakhir tenggat waktu. Hari-hari berlalu dan saya hampir lupa saya mendaftar Global Xchange. Hingga suatu sore, saya dan teman-teman kuliah saya sedang menonton film “Valentine Day“, ditengah-tengah kegelapan bioskop, tiba-tiba sebuah nomer tidak dikenal menelpon saya. Saya pun mengangkatnya dan menjawab sambil berbisik-bisik. “Hallo?” kata saya. Dan seorang wanita di seberang pun membalas dengan berbicara bahasa Inggris. Saya jadi bingung, tapi saya langsung menjawabnya. Ternyata suara wanita di seberang adalah suara Hesti Maharini yang adalah Program Supervisor Global Xchange 101. Ia memberitahukan bahwa saya masuk menjadi 20 besar kandidat volunteer Global Xchange. Saya tidak percaya. Teman di sebelah saya yang mungkin merasa aneh temannya sok-sokan menelpon menggunakan bahasa Inggris pun bertanya,”Ada apa?”. Dan saya menjawab, “Aku masuk 20 besar Global Xchange!!”

Asessment Days

 

Setelah membaca email, karena keterangan yang diberikan lewat telpon kurang jelas, akhirnya diketahui bahwa Asessment Days (Hari Penjurian) dilaksanakan pada 18-20 Februari 2010. Saya pun langsung kebingungan. Tanggal 18 Februari itu adalah hari Wisuda kakak saya. Setelah berkonsultasi dengan Ibu saya, akhirnya diputuskan bahwa saya tidak usah mengikuti upacara Wisuda kakak saya. Akhirnya dengan sedikit merasa bersalah saya pun berangkat menuju Wisma MM UGM. Sampai di MM UGM sudah banyak kandidat yang sudah datang. Saya merasa asing dengan wajah-wajah baru ini, walaupun malam sebelumnya kami sudah berkenalan melalui SMS. Tapi ada beberapa 1-2 orang yang sudah saya kenal sebelumnya dan teman-teman baru saya ini juga baik-baik dan ramah.

Asessment day dilaksanakan selama 3 hari. Hari pertama penjurian dilakukan dengan diskusi kelompok dan teamwork. Hari kedua dan ketiga merupakan tes wawancara dengan 3 juri: Mas Mumu dari British Council Indonesia, Mbak Nora Alumni Global Xchange Kudus, dan Mbak Nurul dari PSKP UGM. Dan pengumuman ke sepuluh orang volunteer Global Xchange setelah selesai wawancara di hari ketiga. 

Saya seharusnya wawancara pada hari ketiga, namun karena ternyata berlangsung lebih cepat dari yang dijadwalkan, maka siapa saja yang ingin wawancara hari itu dipersilakan. Saya ikut makan siang sebelum wawancara di mulai dan ikut melihat teman-teman menunggu dipanggil saat wawancara. Saya ragu-ragu ingin ikut wawancara hari itu atau besok. Akhirnya saya memutuskan untuk wawancara besok, dan kembali ke kampus untuk kuliah. Tapi di tengah-tengah kuliah saya mendapat sms bahwa yang kosong bisa wawancara hari itu juga. Dan saya pun melarikan diri dari kuliah dan naik motor ke Wisma MM. Saya minta Lia untuk membawakan tas saya ke Wisma MM ^^

Menanti panggilan untuk wawancara

The judges

Sampai di Wisma MM ternyata saya mendapat sesi wawancara yang paling akhir. Yap, terakhir untuk hari itu. Sambil menunggu giliran, saya berusaha setengah mati menenangkan diri. Tapiii,, Hambar malah nakut2in saya. Huwaahh.. Akhirnya sampailah saya di ruangan wawancara. Sebelumnya, teman-teman sudah memberitahu pertanyaan apa saja yang ditanyakan. Dan saya juga sudah mempersiapkannya, tapi berhubung saya sangat grogi saat itu, semua jawaban yang sudah disiapkan buyar seketika. Sampai-sampai ada 1-2 pertanyaan yang saya minta untuk di ulang. Saat itu saya berpikir, “Berakhir sudah, saya tidak akan lolos”. Sampai rumah saya meraung-raung, saya sangat yakin kalau saya tidak akan lolos karena saya melihat peserta lain sangat bagus dan berpotensi lolos. Saya pun berdoa pada Tuhan, semoga saya mendapatkan hasil yang terbaik. Lolos atau tidak lolos.

Besoknya, ternyata pengumuman nya di ajukan jadi jam 11, padahal saya tahunya jam 1. Oh no, saya telaaaattt!! Saya lagi makan bareng keluarga tau2 ada sms dan telpon dari Mbak Hez, nyuruh saya buat ke Wisma MM. Langsung saya ngebut ke wisma MM. Sampai sana, semua lagi maen game sambil menunggu saya.. Maaf >,<

Setelah saya datang, langsung Mas Mumu memberikan sepatah dua patah kata. Dan Kami pun dibagi menjadi dua kelompok, satu di dalam ruangan ini satu di luar. Saya pun masuk kelompok yang keluar bersama 9 teman lain. Saya pun kembali lemas. “Pasti saya ga lolos. Ya sudahlah, pasrah, ikhlas..”

Menanti pengumuman

Sampai di taman, mas mumu pun mengumumkan bahwa kami bersepuluh lah yang lolos. Wow, perasaan saya saat itu, tidak percaya. Saya masih nyubit2 tangan sementara teman2 yang lain sujud syukur dan menangis. Tapi akhirnya, saya pun bersyukur pada Tuhan karena diberi kesempatan ini. Dan saya pun langsung menghubungi keluarga dan teman-teman bahwa saya lolos. Padahal kemarennya saya udah hopeless dan yakin banget kalo ga lolos. hehehe😀

Setelah pengumuman lolos itu, perjalanan saya menuju Inggris masih panjang, banyak halangan dan ujian yang harus kami lalui sebelum akhirnya kami benar2 memulai program ini dan berangkat ke Inggris. Tapi yang pasti setelah saya lolos, saya percaya bahwa mimpi-mimpi saya bisa terwujud. Saya ga pernah menyangka bahwa saya bisa sampai Inggris dari yang awalnya hanya iri melihat teman-teman saya mondar mandir ke luar negri, sekarang saya bisa sampai Inggris.

Teruslah bermimpi, berusaha, dan berdoa. Ketika satu impianmu tak tercapai jangan putus asa, karena Tuhan pasti sudah menyiapkan rencana yang lebih baik.🙂

Cheers!

*aiihh, tumben saya bisa nulis kata2 (sok) bijak ini :”>*

Training pertama

8 thoughts on “Global Xchange [2]: Semua Berawal Dari Sini

  1. uwaaa tika~
    thank you ya udah nge-link ke blogku. ah alhamdulillah berguna juga post nya. congrats ya!🙂
    aku malah baru tau sekarang lho, haha😀 waktu kamu berangkat, aku balik dari korea, sayang ga bisa mampir Gumi.
    nanti kalo ada info lagi, aku kabarin deh🙂

  2. hallo mbak chandri ^^
    hehehe,, aku mbak yang mau bilang big thanks!😀
    iya, kemaren ak malah sering komen2an sama Tante Titik, ibunya mbak chandri sama diva hehehe..
    sipp mbak! nanti kabarin lagi yaa (ibunegara source ku nyari info juga lho ^^bb)
    oyaaa,, kmaren ak kirim postcard dari Luton ke rumahmu mb, hari2 terakhir gt ngirimnya, tapi malah nyampenya ke rumah host home ku -___-
    kapan2 kalo ketemu diva ak kasihin deh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s