BookAWeek: Life of Pi

Kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan

Judul Buku: Life of Pi (Kisah Pi)

Pengarang: Yann Martel

Penerbit: Gramedia

Sewaktu di Luton, saat itu saya, Denty, dan Mazia mampir ke HMV, sebuah toko kaset, CD,DVD, dan buku. Saat melihat-lihat di area buku, Denty menemukan sebuah buku dengan cover depan yang unik. Ternyata buku itu berjudul “Life of Pi”. Denty dan Mazia sudah membaca buku itu, dan menurut mereka buku ini worth to read. Dan saya pun langsung kepingin baca buku itu.

Begitu sampai di Jogja, saya pun langsung mencari buku ini dan membacanya…

Life of Pi menceritakan kisah kehidupan seorang anak laki-laki India yang berasal dari Pondicherry bernama Pi yang bertahan selama 227 hari terapung di atas sekoci di Samudra Pasifik setelah karamnya kapal yang Ia tumpangi. Kisah diawali dengan cerita Pi dewasa yang mengingat kembali kisah masa kecilnya di India.

Nama asli Pi adalah Piscine Molitor Patel yang diambil dari nama sebuah kolam renang. Namun saat memasuki remaja, Ia pun mengganti nama panggilannya dengan Pi karena Ia muak dipanggil teman-temannya dengan sebutan “Pissing Patel” . Ia tinggal dengan keluarganya, Ayah, Ibu, dan kakak laki-lakinya yang bernama Ravi; dan keluarga itu memiliki kebun binatang.

Pi lahir di keluarga yang memeluk agama Hindu. Sejak kecil ia sudah dibawa ke kuil dan ia merasa damai berada di dalam kuil. Ia juga bersekolah di sekolah Katolik. Suatu hari, Ia dan keluarganya sedang berlibur ke suatu tempat. Di tempat itu terdapat sebuah gereja, ketika Ia masuk ke gereja itu Ia bertemu seorang pastur dan berbincang dengannya. Selama liburan di kota itu Pi sering mengunjungi gereja itu dan berdiskusi tentang kekristenan dengan sang Pastur. Pi juga sering mengikuti misa. Hari terakhir liburan keluarga, Ia berlari ke gereja itu dan berkata “Pastur, aku ingin menjadi Kristen”.

Suatu hari Pi jalan-jalan keliling kampung dan menemukan pemukiman Muslim. Ia melihat beberapa masjid. Hingga sampailah Ia di warung seseorang. Pemilik warung itu sedang melaksanakan ibadah sholat, dan Pi terpesona olehnya. Hingga ia juga memeluk agama Islam.

Pi, dalam usia belasan tahun, mencoba untuk memahami Tuhan dengan cara mendalami agama-agama itu, dan akhirnya menyadari kebaikan tiap-tiap agama. Ia sembahyang di kuil, misa di gereja, dan melakukan sholat Jumat di Masjid.

Lalu karena keadaan politik yang tak menentu di India, keluarganya memutuskan untuk pindah ke Canada dengan naik kapal, dan menjual kebun binatang itu. Beberapa binatang ikut dalam angkutan kapal itu juga. Namun, kapal itu tenggelam. Seluruh keluarganya juga mati, namun Pi selamat karena berhasil naik sekoci bersama harimau Bengal yang bernama Richard Parker, seekor zebra, seekor hyena, dan seekor orangutan betina yang bernama Orange Juice. Mereka bertahan hidup di atas sekoci itu. Namun kelamaan, hyena itu mulai kelaparan dan memangsa si Zebra, lalu si Orange Juice, walaupun normalnya Hyena bukan predator Orangutan karena mereka tidak pernah tinggal di habitat yang sama. Lalu akhirnya Hyena itu dimangsa oleh Richard Parker yang kelaparan.

Hal itu menyebabkan Pi menjadi satu-satunya yang tertinggal bersama Richard Parker. Di sekoci tersebut tersimpan bahan-bahan makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, dan barang-barang lain untuk bertahan hidup. Namun lama-kelamaan persediaannya mulai menipis. Pi mulai memancing ikan untuk ia makan dan juga untuk Richard Parker, yang ia beri makan agar harimau itu tak akan memangsanya hidup-hidup karena kelaparan. Selain itu, Pi ingin Richard Parker tetap hidup agar ia tidak sendirian di atas kapal itu.

Bayangan mengenai hidup sendiri di atas sekoci ini lebih buruk daripada terjebak di sini bersama seekor harimau dengan berat 225 kilogram

Mulai saat itu, Pi bertekad untuk menjinakkan Richard Parker. Ia memberinya makan dan minum dan melatihnya. Berbekal sebuah peluit, Pi menunjukkan bahwa Ia adalah majikan, dan Richard Parker harus menurutinya.

Pi sering mengalami halusinasi. Pakaian dan selimutnya habis dimakan waktu dan cuaca. Persediaan makanan, minum, dan obat-obatan juga habis. Ia lalu mulai memakan penyu, rokok, bahkan saking laparnya Ia pernah memakan kotoran Richard Parker. Banyak hal yang di alami Pi selama di atas sekoci: bertemu seorang survival lain, melihat kapal pengangkut minyak, dan menemukan pulau yang memangsa makhluk hidup. Dibalik segala kegilaan itu, Pi bertahan selama 227 hari dan berhasil mencapai daratan Mexico.

Di Meksico, Ia diinterogasi oleh Marinir Jepang tentang tenggelamnya kapal itu, dan apa penyebabnya. Jadi Pi pun menceritakan kisahnya bersama binatang-binatang itu, tetapi marinir itu tidak percaya akan kisahnya. Jadi Pi pun menceritakan kisah lain yang lebih masuk akal, bagi Marinir Jepang itu.

Pi bertanya, yang manakah yang lebih menarik, dan mereka mengatakan cerita yang ada binatangnya.

Saya terkesan sekali dengan buku ini, dengan imaji-imajinya, dengan simbol-simbolnya, dengan life lessonnya, dan juga dengan bagaimana buku ini membuat saya bingung: ini kisah nyata bukan sih? And it strucks me kalau saya seperti Marinir Jepang itu yang tak percaya kebenarannya namun sangat suka dengan cerita itu.

Well, tidak banyak yang bisa saya katakan mengenai buku ini selain: Anda wajib membacanya. Silakan membaca sendiri, dan temukan banyak hal menarik di dalamnya🙂

Selamat membaca!

Cheers

3 thoughts on “BookAWeek: Life of Pi

  1. Pingback: The Life of Pi: When A Great Book Meet An Awesome Director | Enjoy The Afternoon…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s