Gumi Bogoshipo :) *

!!Long entry alert!!

Suatu hari, tiba2 dapet mass-mention dari temen SMA saya si Bintang Cesario:

dan twit dia ini langsung menjadi kehebohan dikalangan kami. Dan ide liar untuk berkunjung ke sana bersama-sama lagi dalam waktu dekat pun muncul. Ahh,, saya jadi teringat hari-hari saya disana 4 tahun lalu, keluarga, teman, dan suasana kota Gumi, Korea Selatan.

Waktu itu pertengahan April 2006, dan setelah 6 jam perjalanan dari Bali, kami pun tiba di Incheon Airport dan disambut dengan udara yang sangat dingin. Dan dengan teganya, kami disuruh memakai baju tradisional! (Bayangkan, saya memakai kebaya yang tipis >,< thanks to someone who invented jacket ^^). Tapi, bulan April menurut saya adalah saat yang paling tepat untuk berkunjung ke negeri ginseng ini. Kenapa? Karena hawanya sejuk (dingin menurut saya yang ga bakat tinggal di luar negri ini), tapi tak membekukan, pemandangan yang indah terutama karena bunga-bunga cherry blossom bermekaran dan juga menggugurkan kelopaknya, dan juga makanan yang enak2😀

Selama hampir 2 minggu disini, saya tinggal bersama keluarga salah satu murid Geumo Middle School, keluarga Lee Jun Yeol. Di sini saya tinggal bersama Anin, salah satu teman saya yang juga ke Gumi bersama saya. Keluarga Jun Yeol sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat baik kepada kami. kebaikan mereka tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Kami sudah dianggap anak sendiri oleh mereka. Saya dan Anin bahkan memanggil kedua orang tua Jun Yeol dengan sebutan Omma (Mom) dan Appa (Dad). Appa adalah seorang petani, dan Omma berjualan kimchi di pasar. Tapi walaupun begitu mereka punya dua mobil dan di warung kimchi mereka terdapat TV dan internet! Junyeol adalah anak pertama di keluarga itu, ia mempunyai seorang adik perempuan bernama Da Som. Anin sekamar dengan Jun Yeol dan saya sekamar dengan Da Som. Da Som anak yang sangat baik dan pintar, saat itu dia baru kelas 2 SD tapi bahasa inggrisnya lebih bagus dari kakaknya, dia juga mengajari saya main ice skating. Tapi yang saya sesali, saya pernah membuatnya menangis, sampai sekarang saya masih sangat menyesalinya TT. Maklum ya Dik, remaja labil.

yang khas dari keluarga ini (yang menurut saya sih tipikal keluarga Korea banget..) adalah:

1. Rumah

Rumahnya dari luar bentuknya kaya rumah biasa aja. Lantai dua, ada pintu gerbang dan tanpa halaman. Batin saya waktu itu, ‘gilaaa, kaya amat tinggalnya di rumah padahal harga tanah mahal..’ ternyataaaa, dari rumah dua lantai itu, rumahnya si Jun Yeol ini hanya di lantai dua saja. Hohoho, ternyata sistemnya apartemen jugaaa toh. Walaupun hanya satu lantai, tapi rumahnya hangat dan menyenangkan! Saya betah tinggal di sana🙂 Highlite dari rumah ini buat saya adalah TV plasmanya segede gaban, hehehe. Oya, kebiasaan keluarga Jun Yeol, setelah kami semua selesai berkegiatan di sekolah, kami semua di jemput Appa lalu menuju ke pasar tempat Omma berjualan. Disana kami makan malam, nonton TV, main internet, dan ngobrol. Walaupun namanya kios pasar, tapi tempatnya nyaman. Tempat favorit saya adalah dipan berpenghangat ^^ Setelah Omma selesai berjualan, kami pun pulang ke rumah sekitar pukul 10 dan 11 malam.

2. Feels like Home

Di rumah ini, Omma benar2 memanjakan saya dan Anin. Omma sangat pintar memasak, makanannya sangat enak. Kami dibuatkan sarapan dan diladeni (diambilkan ini itu, ikannya disuwir2, selalu bertanya ‘enak?’). Lalu, suatu hari kami dibuatkan mi ramen instant tapi di campur denan kimchi buatannya (yang kata temen saya, Ami, itu kimchi paling enak selama di sana, padahal dia ga suka kimchi :D) dan dimakan bersama-sama langsung dari panci. Mereka juga sering mengenalkan kami permainan traditional korea. Dan kami benar-benar memainkannya di rumah. Lalu mereka juga sering mengajak kami jalan-jalan pada saat weekend. Ke museum, temple, dan Ice skating. Pernah suatu kali, setelah kios Omma tutup, kami diajak menonton film. Emm, saya lupa istilahnya, tapi nontonnya bukan di bioskop tapi semacam layar tancep. hahaha😀. jadi ada layar besar di sebuah lapangan besar, film diputar dari proyektor, da kami menonton dari dalam mobil. Beli tiketnya pun drive thru! Whoaaa, kereeen! Tapi berhubung saat itu saya dan Anin sudah sangat capek, dan saya tidak mengerti filmnya, saya pun tertidur dalam mobil. Untungnya mereka maklum, hehehe..

3. Language Exchange

Yang membuat saya surprise adalah Omma dan Dasom belajar bahasa Indonesia! Saya benar2 terharu. Tau2 Omma bilang ‘ikan! nasi!’ wuaaa, Omma! Sedangkan Appa selalu berusaha mengajari kami bahasa Korea, karena bahasa Inggris beliau pas2an. Beliau membuka koran pagi dan dengan antusias bercerita tentang berita di koran. Saya banyak belajar bahasa korea dari keluarga ini karena mereka dengan antusias mengajari saya, dan mereka terasa amat bahagia ketika saya mengucapkan salam atau menjawab dalam bahasa korea🙂

3. Eat

Untungnya, makanan utama keluarga ini nasi. Nasinya adalah nasih merah. Makanan yang dimasak oleh Omma adalah tipe makanan sehat tapi enak. Sedihnya, porsi makan mereka besaaaaar sekali. Saya sering ga habis, dan kalo sudah begitu Omma pasti bertanya “makanannya ga enak ya?” Ouch! Saya pun buru-buru menghabiskan makanan itu. Lama-lama Omma sadar kalo porsi makan orang Indonesia sedikit, lalu sewaktu mengambilkan nasi selalu menanyakan “sudah cukup?” Omma juga tidak pernah memaksa saya yang tidak suka kimchi ini untuk memakannya. Tradisi keluarga ini adalah makan bersama. Di rumah harus selalu makan bersama pagi-siang-malam. Kalau sedang pergi, kami pun diajak makan di restoran keluarga. Suatu hari, sebelum kami kembali ke Indonesia, kami di ajak ke restoran bebek panggang.. Wuaahh, nikmatnya! Omma juga sering membelikan kami makanan ketika kami jalan2. Suatu hari, kami berhenti di rest area dan omma mengajak kami makan mi. Saya langsung memilih yang paling merah dan paling pedas. Mantap! Hawa dingin + mi rebus panas pedas = heavenly🙂 Omma juga membelikan saya cumi kering yang enaaaakk.. Satu untuk saya sendiri! Lalu membelikan kami es krim. Saya agak bingung, dingin2 kok makan es krim, tapi yasudahlah, mumpung gratis😀 lalu anin dibelikan semacam otak2 dari udang yang sangat besaaaar.. nyuummm :9

4. Phone

Selama di rumah itu kami ‘dipaksa’ untuk menelpon keluarga saya di jogja tiap hari. TIAP HARI! Saya sampe ga enak karena nelpon international itu ga murah. Saya sering menolak tawarannya menelpon, tapi Omma bilang ‘kamu harus memberi kabar pada keluarga, supaya mereka tidak khawatir’. What a nice of her. Curangnya, begitu si Jun Yul tinggal di rumah saya, dia ga mau telpon orang tuanya tiap hari… curang!

5. Gifts

Katanya sihh, orang Korea emang hobi ngasih hadiah gitu ya?? Malam pertama kami di sana, si Appa langsung mengajak kami ke pusat kota dan masuk ke tokoh olah raga Lotto. Lalu kami dibelikan masing2 sepasang baju training. Saya langsung merasa ga enakan (maklum orang jawa hehehe). Tapi si Appa malah bilang. ‘loh, kamu ga suka ya??’ bukan Appaaaa, masalahnya bajunya muahaaal banget T,T saya kan jadi ngerasa ga enak😥 tapi saya seneng kok bajunya ^^ teruuus, di depan warung kimchi si Omma ada temennya yang jualan hanbok, dan beliau orangnya lucu😀 suatu hari dia ngukur2 badan saya, tau2 pas saya mau pulang dia ngasih satu paket hanbok lengkap warna pink buat saya, tunai! Oh my daaaaayyy,, saya ga nyangka banget. Si Anin ga dapet, karena katanya waktunya mepet banget. hihi, maaf ya, Nin🙂 terus2, kami pernah diajak ke supermarket, guess what saya dibeliin undies kyakyakyaaaa >,< kami sekeluarga ke Lotte Mart, terus pas lewat daerah undies gitu si Appa sama Jun Yeol narik Anin pergi.. Tinggalah saya, Dasom, dan si Omma. Dan si Omma bilang ‘aku mau beliin kamu🙂’ daaaaaannnn tau2 kami sudah di kasir dengan segala belanjaan. Terus si undies tadi udah dibungkus dan di kasih ke saya sama Omma waktu di mobil. Si Anin yang duduk di sebelah saya lalu ngelirik2 bungkusan itu, saya cuma bisa senyum2 oon, dan dia cuma bilang ‘aku tau tik’ oh noes :O. Cerita lainnya, gara2 si Omma ngasih saya ramen, saya jadi ketagihan dan pengen bawa pulang ramennya. Saya bilang ‘saya mau beli ramen untuk di bawa ke Indonesia, di mana saya bisa beli?’, Omma: ‘tenang saja, besok saya yang belikan’, saya: ‘oke, terima kasih Omma🙂’ dan, besoknya ketika kami akan berangkat ke bandara, sudah ada 2 kardus mi ramen instan, satu untuk saya dan satunya untuk Anin. Dan banyaaaak lagi hadiah2 dari Keluarga Jun Yeol, saat itu saya bertekad, pokoknya kalo Jun Yeol ke Indonesia, kebaikan keluarganya akan saya balas. Pasti!

6. Respect

Keluarga Jun Yeol adalah keluarga yang tidak memeluk satu agama. Walaupun begitu, mereka sangat menghormati saya yang Katolik dan Anin yang Islam. Saat pertama datang, Anin langsung bilang kalau dia tidak makan daging yang tidak halal, dan mereka pun mengerti. Ketika Anin sholat pun, awalnya mereka berkata ‘Anin tidak apa2?’ dan saya bilang ‘oh, dia sedang berdoa’ dan mereka pun mengerti dan tidak membuat berisik saat dia sholat. Saat itu, hari Paskah dan mereka lalu menawari saya untuk pergi ke gereja bersama teman mereka. Ahh, indahnya kalau bisa saling menghormati.

Akhir Mei 2006 terjadi gempa besar di Jogja, keluarga Jun Yeol tau tentang ini lalu menelpon saya dan keluarga dan juga menanyakan kabar kami di jogja lewat Yahoo Messenger. Januari  2007, Junyeol dan teman2 Korea lainnya datang ke Jogja. Saya dan keluarga saya berusaha membuat Jun Yeol betah disini dan berusaha membalas kebaikan keluarganya. Saya pun sering mengajak Junyeol jalan2 dengan teman2 saya Valent, Bibon, dan Bintang bersama anaknya, Dong Sung. Pokoknya selama hampir 10 hari dia di sini, saya berusaha membuat dia senang😀

beberapa hari sesudah ia kembali ke Korea, kami masih saling kontak lewat email atau YM. Tapi berbulan2 kemudian, dan sampai sekarang, saya kehilangan kontaknya. Sepertinya dia sudah tidak menggunakan alamat email yahoo nya, karena yahoo tak populer di Korea. Saya kehilangan no telpon dan HP karena HP saya rusak. Dan saya rencananya akan mengirimi dia surat. Saat ini seharusnya dia sudah masuk universitas.. Ahh,, kangennyaa.. Seperti apa ya dia sekarang? Da Som? Apa kabar Appa dan Omma? Semoga mereka masih mengingat saya. Jika saya punya kesempatan untuk ke sana lagi, saya ingin mengunjungi mereka dan bertemu sekali lagi🙂

Cheers!

PS: Setelah tweet bintang yang tadi, beberapa hari kemudian, di twitter dia bilang kalau akan ke korea minggu depan, dan akan ketemu dongsung.. UWAAAAA!!! saya mauuuuuu >,<

*Gumi, I miss You🙂

6 thoughts on “Gumi Bogoshipo :) *

  1. Haii.. gingerbread🙂 salam kenal, senengnya baca cerita km wkt di korsel menarik banget… wah beruntung banget km bisa kesana …🙂

    Ditunggu ya ceritanya kalo ada pengalaman ke LN Lg😉

  2. Hehe.. iya saya ga sengaja liat Foto2 Fbnya Chill alias matilda, Kakamu ya…🙂, and ga sengaja sampe sini🙂 eh iya ikutan di Ngerumpi juga ga? Id nya apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s