Jakarta Itu Keras, Bung! -Part 1-

Oke, great! Saya sudah meninggalkan blog ini hampir satu bulan, eh, atau lebih? I’m such a sinner😥 bulan Mei kemaren cuma 1 Post kayaknyaa yaa.. Mana sekarang juga hampir pertengahan Juni, lagi.. huhu…

Anywaaaaaaayyy, how are you doing lately peeps? Me, Im awesomely fine !!🙂 Saya barusan balik dari Jakarta setelah hampir satu minggu di sana dan saya  mau share pengalaman di Jakarta kemarin nih. Kayanya bakalan jadi satu postingan yang panjang nii.. Sooo, enjoy it!!

Listening to: Baby – Justin Bieber

Watching: Shrek 4 3D

Destination: JAKARTA~

The Departure

credit: Annisa Ilmi

Berangkat dari Stasiun Tugu Jogja hari jumat 28 mei pukul 10 teng, saya dan 8 teman yang lain (hambar,ichol,icha,nisa,mazia,denis,yogi,vando) memulai perjalanan kami dengan kereta taksaka. Sebenernya, sudah cukup lama saya ga naek kereta, itupun kereta yang terakhir saya pake adalah kereta ekonomi, jadi maklum yaa kalo saya agak2 excited+udik pas naik kereta ini hehee.. Enak yakk, kereta eksekutif. Udah ber-AC, cepet pula sampainya.. Berangkat rame-rame ber-9 tentu ga lepas dari keributan. Dimana ada anak2 GX, disitu pasti ada banyak kehebohan.. Sebelum berangkat aja udah pada heboh, mulai dari cari tempat duduk, salah masuk gerbong , dan nyampe kereta 1 detik sebelum berangkat (untung ga ketinggalan). Waktu kereta udah berangkat sih, kita2 udah agak tenang. banyak yang sibuk sama buku bacaan masing2, ada juga yang tidur. Saya, menikmati pemandangan! Cant help deh, kalo di jalan baca bisa pusing sayanya ^^” naaaa begitu pertengahan perjalanan, dmana udah pada bangun dari hibernasi dan udah agak bosen sama bacaannya masing2, mulai dehh keributan dimulai😀

1. Ternyata kursinya bisa dibalik, jadi hadap2an gitu. Dan berhubung kita ganjil jumlahnya, jadi ada yang terasing tempat duduknya, yaitu mas Hambar. Biar ga ketinggalan cerita, mas Hambar pun ikut duduk di kursi yang hadap2an itu. Dan berhubung kursi kereta itu normalnya untuk 2 orang, jadilah dipaksain untuk bertiga dengan duduk di lengan kursi dan sukses menuh2in lorong gerbong. :DD

2. Rotasi Tempat Duduk. Semuanya duduknya mulai pindah2, kecuali SAYA^^! Entah kenapa semua bisa pindah2 tempat duduk gitu. Dan entah kenapa saya ga pindah2 tempat kaya yang lain.

3. Chaos at Lunch Time. Malam sebelumnya, ada pembicaraan mengenai makan siang di kereta. Mazia tanya apakah kami akan membawa makan siang atau tidak, dan saya berkata “ayo bawa aja yuuk”. Dan besok siangnya, semua sudah siap dengan bekal makan siang masing2 kecuali vando, yogi, hambar, ichol, dan SAYA!! hahaha, bodohnya saya.. Padahal saya yang mengajak teman2 untuk membawa makan siang tapi malah saya yang tidak membawa makan siang sendiri. Teman2 yang lain pun heran. Saya khilaaaaf😦 Untungnya siang itu saya tidak begitu lapar. Pertama karena saya sudah makan dengan sangat kenyang di rumah, lalu mbak Icha membawakan kami arem2 dan resoles buatan ibunya (makasih banyak Tantee, dan mb Icha!! you saved the day ^^), ketiga karena kayaknya saya kebanyakan ngemil di jalan deh. Nah sewaktu makan siang itu, kami2 yang tidak membawa bekal mulai ngrusuhi  para pembawa bekal. Gimana yaa, mb Nisa memaksa untuk berbagi bekal dengan saya, rejeki ga boleh ditolak!! (makasih mb Nisa, udah boleh ngrusuhi bekal gudeg nya ^^). Yang bikin lucuu, waktu itu mb Nisa membawa bekal Roti isi coklat-stroberi, dan mb Nisa dengan baik hatinya membagi kami roti itu dan mb Nisa minta disisain bagian yang ada selai stroberinya. Para pria yang kelaparan pun tidak segan2 mencicipi roti itu. Berdasarkan keterangan Yogi, dia sudah menyisihkan bagian stroberi untuk mb Nisa, tapi tau2 Ichol mengambil roti itu dan menghabiskannya tanpa ampun. Saat itu saya gatau apa yang terjadi, tau2 mb Nisa nangis di perjalanan dengan menutupi mukanya dengan buku 5 Menara. Kami pun bingung, ada apa iniii?  Dan dengan polosnya, kami berkesimpulan bahwa mb Nisa nangis karena roti stroberinya dihabiskan. Padahaaaaal, mb Nisa nangis karena katanya terharu dengan novel 5 Menara yang ia baca saat itu. Hahahaha XDDD sejak saat itu, kejadian ini menjadi bahan becandaan kami, dan roti adalah hal yang tabu untuk diucapkan hehehe~

4. Toilet kereta ituuu…. Yang namanya perjalanan jauh, pasti ga lepas dari yang namanya kebelet pipis. Sebenernya saya agak males kalo disuruh pipis di kereta. Tapi waktu itu udah ga tahan >,< dan teman2 juga udah bolak balik ke kamar mandi. Saya pun tergoda untuk ke kamar mandi. Untuk ke kamar mandi, saya harus membuka pintu gerbong. Entah kenapa sewaktu mau saya buka pintu, pintunya tidak mau terbuka TT, untung Vando membantu saya membuka. Dan sampailah saya di toilet kereta. Whoaaaa,,, di dalem toilet entah mengapa guncangannya sangat keras -__-, saya harus pegangan biar ga jatoh TT.. torturing, really.. mana mau cuci tangan aja juga susahnya minta ampun, airnya kemana2 sampe sepatu saya basah dikit TT.. huhu, kemalasan saya untuk ke toilet kereta semakin bertambah! Oya, kenapa sih ga boleh pake toilet kereta saat keretanya berhenti? *wondering*

5. “Sebenernya orang2 di gerbong ini tu juga ndeso, cuman ga ada temen buat ndeso2an bareng kaya kita” Hahaha, saya ngakak banget denger komentar mas Hambar yang ini. Kenapa dia bisa berkomentar seperti ini? Karena anak2 GX bikin gerbong 1 ini jadi ribuuuut banget (eh, saya udah sering bilang kan? :))). Aduuh, gatau apa ya yang bikin kita bisa heboh.. Pokoknya apa2 jadi bahan bercandaan ^^,  sampe kayaknya penumpang yang lain mau tidur gak bisa..hehe, maaf yaa, bapak ibu sekalian ^^

In Jakarta!!

credit: Annisa Ilmi

Singkat kata, setelah kurang lebih 7,5 jam perjalanan, sampailah kami di Stasiun Gambir, Jakarta. Pemandangan Monas di saat senja pun menyapa kami ketika kami turun dari kereta. Waktu menunjukkan pukul 17.30, dan Pak Rasyid (Sopir Pakde dan Bude saya, yang akan saya repotin beberapa hari karena saya dan teman2 akan menginap di rumah beliau2) sudah menunggu saya. Maka berpisahlah kami di Stasiun Gambir, untuk melanjutkan ke tempat tujuan kami masing2. Mb Icha, Mb Denis, dan Mazia ikut saya ke rumah Pakde dan Bude saya di daerah Pulomas, Jakarta Timur. Dan Kami pun janjian untuk ke Dufan keesokan harinya. Malam itu, jalanan Jakarta cukup lengang. Maklum, long weekend yang rame itu Puncak.

Sampai di rumah Bude, kami disambut dengan cukup hangat. Sudah cukup lama saya tidak mengunjungi keluarga saya ini. Dan saya cukup surprise melihat dua keponakan saya, Maureen dan Aireen, sudah besar sekarang. Mereka tidak mengenali saya, karena terakhir kali Maureen masih bayi dan Aireen bahkan belum lahir.

This is Maureen🙂

But, fortunately there’s Mb Denis who’s familiar with kids. So, the moments Im playing around with them was not awkward at all😀 Kami berusaha bercakap2 dengan Maureen dan Aireen dengan bahasa Inggris karena mereka dibiasakan berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Terus terang, sepertinya saya kalah jago bahasa Inggrisnya dengan Maureen *sigh*, tapi kata Pakde saya, walopun Maureen jago bahasa Inggris, kalo dia ngomong bahasa Indonesia, pake aksen Cilacap..hahaha😄

Malamnya, kami semua tertidur pulas setelah main masak2an dengan Maureen. Sementara Mb Denis begadang demi mendapat beasiswa. Way to go!!

Wahana Antri Dufan

Ki-Ka: Saya, Mb Denis, Mb Nisa, Mb Icha, Mazia

Hari Sabtunya, kami (minus Denty dan Hambar) main ke Dunia Fantasi Ancol a.k.a Dufan. Inilah alasan mengapa kami datang lebih cepat dari jadwal seharusnya, Harga Promo Dufan! Jadi, Dufan yang akan berulang tahun ke 25 (atau berapalah..) mengadakan promosi sampai akhir Mei yang jika membawa STNK motor dan Fotokopinya bisa mendapat harga khusus 150ribu rupiah untuk 2 orang ^^. Sayangnya, saya ga bawa STNK, dan udah ga ada temen untuk nebeng STNK, jadilah saya bayar harga biasa😥

Oyaa, pagi itu saya dan teman2 sampai di Dufan sekitar jam 9, diantar oleh Pakde. Masuk daerah Ancol kami wajib membayar 13 ribu rupiah per orang.  Sampai di depan Dufan ternyata sudah banyak orang yang mengantri tiket. Whoaaa, kayaknya ga cuma kami yang bela2in ke Dufan mumpung murah. Dan sampai di Dufan, ternyata teman2 kami yang lain belum ada yang datang. Ya sudahlah kami menunggu sambil foto2 (saya dan Mazia), menelpon untuk urusan Beasiswa (Mb Denis), dan menenangkan diri setelah mabok naik mobil (Mb Icha ^^). Beberapa saat kemudian Mb Nisa dan Ichol datang. Kami masih menunggu Vando dan Yogi yang katanya masih di jalan. Menunggu dan menunggu, Yogi dan Vando tak kunjung datang, akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket duluan. Setelah mendapat tiket, kami masih menunggu Vando dan Yogi hingga kira2 pukul 12 siang dan mereka juga tak kunjung datang dan kami memutuskan untuk masuk duluan. Sampai di dalam, whoaaaa antriannya lebih menggila lagi. Lalu kami memutuskan untuk antri di wahana Ontang-Anting yang antriannya relatif lebih sedikit. Dan, tau2 saya sudah duduk di kursi ontang anting. Awalnya sih biasa saja, lama2… aduhh, saya pilih tutup mata aja dehh.. dan tau2 kaki saya nyerempet pohon! Untung ga kenapa2. huhu, padahal dulu waktu kecil naik apa2 juga ga ngerasa takut >,< faktor U nih TT..

Lalu wahana selanjutnya adalah, jengjengjeng, HALILINTAR!! dan OMGee, antriannya puanjaaaang banget!!!

credit: Annisa Ilmi

Setelah perjuangan satu jam antri, akhirnya tibalah giliran kami untuk naik. Awalnya sih kami seneng2 aja. Happy-go-lucky, tanpa beban.

credit: Mazia Chekova

Lihat kan lintasan dibelakang kami??

Oyaa, wahana halilintar itu ada kameranya. Jadi ketika kita mencapai titik tertentu dalam lintasan, kamera akan secara otomatis (or not?) memotret wajah2 orang yang sedang diambang maut, teriak ketakutan naik halilintar. Saya, sewaktu masih antri, udah koar2 ke temen2 supaya waktu melewati titik itu jangan lupa pose depan kamera. Tapi begitu naik halilintar, ucapan saya tadi itu langsung menguap dari otak. lagi2 saya cuma bisa merem sambil megangin kacamata yang dengan bodohnya masih saya pake (FYI, kalo naek halilintar wajib lepas kacamata biar ga jatoh. Tapi saya kekeuh make kacamata karena: 1. gatau mo ditaro mana lagi, 2. liat orang pake sunglasses and she’s just fine -__-). Astaga, mo mati rasanya.. Apalagi pas bagisn muter2 itu.. aduuhh, ga ngebayangin dehh, ga berani buka mata, pokoknya merem ajalah. Mana kacamata hampir jatoh lagi.. Saya baru bisa lega waktu udah berhenti. Fiuhh, I’m still alive!!! Dan untungnya saya ga langsung muntah atau nabrak tiang atau apalah. Sampai bawah, dilewatin booth yang ngejual foto hasil jepretan kamera halilintar. Daaaan foto sayaa… haduuuh percaya deh, saya ga bakal beli tu foto. Dan setelah keluar, ternyata Vando dan Yogi sudah datang, dan ternyata Yogi motret kami dalam pose memalukan itu (kecuali Ichol, yang dengan sukses berpose dengan jari membentuk V). Dan, nggak, saya gak bakal majang foto saya yang oh-sangat-memalukan itu…gak bakal!!! Oya, perjuangan kami yang antri lebih dari satu jam terbayar dengan wahana halilintar yang ga lebih dari semenit dan cuma 1 putaran. Tapi saya ga kapok tuhh..hehe, kapan2 lagi ahh~

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, maka teman2 yang Muslim pun mencari Mushola terdekat. Saya, Denis, Vando, dan Nisa pun menunggu di dekat wahana, err apa ya namanya, Burung Perang? ya itulah.. Lama nunggu, dan teman2 tidak kunjung kembali. Kami pun berkesimpulan bahwa Mushola pun antri sepertinya, wahana Mushola. Beberapa waktu kemudian, teman2 kembali dan kami pun melanjutkan mencari wahana2 lain. Tapi pencarian kami sia-sia karena semua wahana antriannya sama gilanya, atau bahkan lebih gila daripada antrian halilintar. Maka kami pun memutuskan menunggu agak sore, dan mencari makanan. McDo**** pun menjadi pilihan.

Sampai di McDo, ternyata antrian lainnya pun menanti kami. Selamat datang di wahana McDo :)) Yasudah, kami pun menentukan pilihan dan saya dan ichol antri untuk memesan makanan sedangkan yang lain mencari tempat duduk. Lama kemudian, kami baru mendapat pesanan kami. Beruntungnya kami, setelah kami memesan ternyata paket hemat sudah habis fufufu~ kami mendapat yang terakhir.

Setelah duduk2 lama di McDo kami melihat wahana Perang Bintang antrinya tidak terlalu panjang. Maka kami memutuskan untuk mencoba wahana itu. Benar juga, kami masuk wahana tak lama kemudian. Emm, bukan wahana favorit saya dan tidak ada yang terlalu berkesan kecuali suara tembakan “Chiuu Chiuu..”

Setelah keluar dari wahana Perang Bintang, Mb Nisa memutuskan untuk pulang, karena dia takut pulang kemalaman dan terjebak macet. Kami lalu mengecek wahana2 lain yang agak lengang yang ternyata TIDAK ADA. Semua wahana masih antri banyak. Lalu kami memutuskan untuk masuk antrian Journey to The Center of The Earth.

credit: Mazia Chekova

Setelah agak lama menunggu, kami baru sadar ternyata antriannya sangat sangat SANGAT panjang. Ahh, yang lain sudah tidak ada mood untuk antri. Lalu kami pun pindah ke Arung Jeram yang keadaannya sama saja.. Huufft, saya sudah di jempit oleh Pakde dan harus segera keluar karena Beliau sudah menunggu saya cukup lama. Untungnya saya sempat lewat wahana Carousel yang saya kepengen banget naik ato paling ga foto deh, disana tapi ga sempat.. Apalagi waktu saya lewat lampunya sudah dinyalakan. uuuughh, cantik banget >,<

Mencari jalan keluar dari Dufan adalah perjuangan yang lain. Susahhh banget, pake nyasar kemana2 lagi, haduuuhh padahal udah ditungguin, masih pake nyasar2. Akhirnya sampailah kami di loket, dan setelah kebingungan dimana-pakde-saya akhirnya ketemu🙂. Beliau gak marah lhoo saya buat nunggu lama..huhu, makasih banyak Pakde TT, dan Maureen ikuuuut! Ternyata Pakde dan Maureen sekalian main ke Sea World. Jadi, saya, Mb Icha, Mb Denis, dan Ichol pulang duluan sementara Vando, Yogi, dan Mazia masih kepngen puas2in main di Dufan. Dan begitu kami sampai rumah, mereka pamer kalo habis liat kembang api dari Biang Lala, huuuuft :(( Next time saya pasti nonton kembang api di dufan dan naik semua wahana yang ada :PP *ga mau kalah*

Kota Tua dan Museum

Hari Minggu paginya, saya dan Mb Dennis pergi ke Gereja (anak baik kan? hehe). Sampai di rumah, Bude tanya kegiatan kami hari itu, dan kami bilang kalau janjian di Kota Tua pukul 1siang nanti. Karena kami ga ada kerjaan sampai siang nanti, Bude pun mengajak kami ke MOI. Tapi berhubung Mb Icha dan Mb Dennis masuk angin, maka batal lah rencana itu dan kami hanya beristirahat di kamar. Siangnya Pakde mengajak kami untuk makan siang bersama di daerah Kelapa Gading. Menu Siang itu adalah Sup Ikan Batam. Nyummy🙂 kami pun ngobrol2 cukup banyak hal, quality time ^^ mengingat saya jarang ada kesempatan untuk ngobrol2 dengan Pakde.

Setelah makan siang, Pak Rasyid sudah menunggu kami untuk mengantarkan kami ke Kota Tua. Sampai di Kota Tua, kami pun mencari Mazia, Vando, dan Yogi. Pak Rasyid menemani kami sampai bertemu teman2 kami itu. Ternyata Pak Rasyid cukup mengenal daerah Kota Tua. Setelah berkeliling akhirnya kami bertemu mereka juga. Lalu kami pun foto2 di sana sini, untuk dipamerkan di facebook, haha :))

Kota Tua hari Minggu itu sangat ramai. Banyak orang yang mencari hiburan murah disana, banyak penjual makanan dan aksesoris, penyewa sepeda onthel untuk berkeliling menembus waktu, banyak yang memamerkan mobil antiknya, banyak anak muda berkumpul, dan banyak juga fotografer2 yang berkumpul atau memotret. Saya suka bangunan Kota Tua, tapi saya sepertinya lebih suka jika tak seramai itu ^^

Kota Tua adalah area di daerah Kota, Jakarta Pusat yang berisi bangunan2 cagar budaya atau bangunan2 peninggalan jaman Belanda. Banyak Museum yang menempati bangunan2 tua itu, seperti Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Mandir, dll. Banyak juga dari bangunan tua itu yang dijadikan cafe.

Setelah puas melihat2 dan berfoto2 di area lapangan depan museum Fatahillah, kami pun berjalan menuju Museum Bank Mandiri.

Masuk Museum Bank Mandiri itu gratis. Museum Bank Mandiri berisi macam2 hal tentang perbankan Tempo Doeloe mulai dari perbukuan, perkembangan alat2 perbankan yang digunakan dari dulu hingga sekarang, dll. Tempatnya bagus dan terawat dengan baik hingga sekarang.

Pukul 4 sore, kami semua berangkat bersama2 ke Wisma PKBI sesuai yang dijadwalkan. Diantar Pak Rasyid, kami semua mencari wisma PKBI yang berada di daerah Kebayoran Baru. Untung Pak Rasyid cukup mengenal daerah itu. Sewaktu melewati senayan, kami bertemu rombongan Jak-Mania. Rupanya akan ada pertandingan melawan Arema Malang.

Setelah sampai di wisma PKBI, kami menuju kamar masing2. Saya sekamar dengan Denty. Ichol sudah datang lebih dulu, dan tak berapa lama Hambar datang. Nisa datang paling terakhir setelah agak malam. Akhirnya kami lengkap ber 10!! :) Kehebohan mulai terjadi lagi. Adanya telepon di kamar memunculkan keusilan dari beberapa teman saya. Telepon di kamar pun mulai sering berdering. Hahaha, kalian memang cocok jadi Room Service, kawan. Saya pun hampir tertipu :))

Beberapa saat kemudian, Mbak Hesti datang. Beliau menjelaskan beberapa hal teknis yang harus kami persiapkan untuk keesokan harinya. Malam ini kami juga harus berpuasa sejak jam 10 malam. Lalu Mbak Hesti bagi2 uang!! Hahaha, maksudnya uang saku untuk kami selama di Jakarta dan Mbak Hesti juga memberi kami voucher Taksi untuk transportasi kami besok. Lalu Mbak Hesti Pamit pulang dan kami pun bersiap untuk makan malam.

Sewaktu makan malam, kami mempunyai ide untuk jalan-jalan ke Senayan City (Senci). Mumpung di Jakarta, jalan2 dulu dong! Dan kami benar2 jalan2, jalan kaki menuju Senci. Saya pikir, Senci itu dekat. Tapi ternyata cukup jauh ^^”. Tapi perjalanan tidak terasa, karena sepanjang perjalanan, lagi-lagi, kami membuat kehebohan dengan bercanda2 dan tertawa2. Dan akhirnya, sampailah kami di Senayan City🙂

credit: Denty Piawai Nastitie

Credit: Denty Piawai Nastitie

Sampai di Senci, kami hanya melihat2 dari Ground sampai lantai paling atas. Mampir ke toko buku, dan melihat jadwal film di XXI. Kami memutuskan untuk menonton Shrek 3D besok malam, YAY! BErhubung kami sedang puasa, kami tidak membeli makanan apa2. Pukul 10 malam kami kembali ke wisma dengan berjalan kaki.

Jalan menuju ke wisma merupakan daerah perumahan dan sudah sepi jam segitu. Keusilan pun dimulai dengan menceritakan hal2 seram. Jadi, Vando dan Yogi mulai cerita tentang ‘kalo badan terasa berat itu, artinya ada yang nggondheli’ Denty yang menunggu kalimat selanjutnya merasa langkahnya semakin berat. Ia lari, tapi tak bisa bergerak, ternyata Yogi menarik tas ranselnya. Hahaha XDD

Waktu di jalan, Saya dan Mbak Icha melihat sebuah rumah cantik, gaya Eropa.

Saya: wahh, rumahnya bagus ya

Mb Icha: Iya.. (diem) eh, tapi kok bonekanya serem ya?

Saya: Boneka? (menengok ke arah jendela rumah) ihh, sereeeeem (lari)

Mb Icha: gyaaaaa (ikut lari)

huhu, serem bener dehh.. aneh2 aja tu orang naro boneka disitu -___-”

Sampai di hotel, kami sudah sangat capek. Sepertinya malam itu saya langsung terlelap karena kecapekan seharian jalan2. Lagipula saya  dan teman2 besok harus bangun pagi2 benar untuk Medical Check Up.

Tunggu, untuk apa saya Medical Check Up? Dan, sebenernya saya ngapain sih ke Jakarta?

Tunggu kelanjutannya di bagian selanjutnya.. Saya bertemu artis yang sok artis, bertemu artis lain, dan pengalaman saya “nyasar” di Halim Perdana Kusuma :))

soooo, thanks for reading and

cheers all🙂

12 thoughts on “Jakarta Itu Keras, Bung! -Part 1-

  1. fiuuhh….it’s took a long time to read all of ur post..hahah
    untung uda dgr scra lsg bbrapa crta,jd bisa slintas bacanya..kekek
    baru tau,,kamu masuk Dufannya normal price tohh..hehe
    ga boleh kapok donk k Dufan..kan ada rencana k dpn bwt k st rame2// =D
    bnr kt mu,,aq jg makin lama makin takut nae yg gt2..dl mah tancaaap….hihi
    makamya..sblm nambah tua lg,,mari kita manfaatkan ksmpatan buat nyoba smua wahana..😄

    btw kekerasan di jakarta blm dibahas ya?hahaha
    waiting 4 ur next posts dear.. =))

  2. Seruuuu Long,,will b our next destination??haha,,
    maw dong knalan ma maureen,,hehe
    Can’t wait ur next story darl,,,

  3. Pingback: Jakarta Itu Keras, Bung! -Part 2- « Enjoy The Afternoon…

  4. @all, part 2 sudah selesai.. enjoy.. *ALERT: super panjang ceritanya hahaha -__-*

    @denisadventura, thanks for reading, dan akhirnya lanjutannya udah jadi mb.. horeeee! ^^

    @sherly+lia yepp, harga normal.. sigh…

    @inul, wisma PKBI itu tempat ak tinggal beberapa hari disana dev.. hehe, bagus lhoo *pamer*

    @laras, tengkyuuuu😀 iya ayokk ke jakarta, dari dulu ga jadi2

    @yogi, wah yogi nama yang pasaran yakk.. hemmm XDD

    @ichabeldarmawan sudah beredar di halaman terdekat mb part 2 nya

    @mazia iya e ak nulisnya insidental gt.. kalo lagi mood ya nulis artikel.. tapi itu sangat jarang lol.. thanks ^^ jangan kapok ngeblog yaa.. *hayooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s